Harbolnas selalu menjadi salah satu momentum terbesar bagi brand untuk meningkatkan penjualan di e-commerce. Pada 2025, antusiasme belanja masyarakat kembali meningkat dengan pertumbuhan transaksi yang positif. Di kategori skincare dan personal care, rata-rata GMV harian selama periode 10.10, 11.11, dan 12.12 bahkan naik 21% dibandingkan hari biasa, sementara pertumbuhan year-on-year (YoY) mencapai 92%.
Meski sama-sama mencatat pertumbuhan, setiap kategori menunjukkan dinamika yang berbeda. Berdasarkan analisis MarketHac terhadap data Harbolnas 2024 dan 2025, Cleanser, Body Lotion, dan Deodorant menjadi tiga kategori yang paling menarik untuk dicermati karena masing-masing memiliki pola pertumbuhan, strategi promosi, dan perilaku konsumen yang berbeda. Memahami karakteristik tiap kategori ini dapat membantu brand menyusun strategi yang lebih tepat untuk memaksimalkan penjualan pada Harbolnas berikutnya.
Cleanser Jadi Kategori dengan Pertumbuhan Tercepat
Di antara ketiga kategori, Cleanser mencatat performa paling impresif. Kategori ini tumbuh lebih dari 150% secara YoY dengan rata-rata GMV harian yang hampir menyamai Body Lotion. Pertumbuhan tersebut didorong oleh tingginya repeat purchase, kuatnya pengaruh content-driven shopping di TikTok, serta meningkatnya minat konsumen terhadap produk skincare yang menawarkan manfaat spesifik.
Jika diteliti lebih dalam, segmen Men's Cleanser juga mulai menunjukkan potensi besar. Pertumbuhannya bahkan melampaui general cleanser, menandakan bahwa skincare pria mulai menjadi salah satu peluang baru yang patut diperhatikan oleh brand.
Body Lotion Semakin Kompetitif, Brand Lokal Mulai Mendominasi
Kategori Body Lotion juga menunjukkan perubahan yang menarik. Selain pertumbuhan penjualan yang tetap positif, persaingan kini tidak lagi hanya didominasi brand global. Brand lokal seperti Noera dan White Inc berhasil masuk jajaran brand teratas dengan memanfaatkan momentum Harbolnas, strategi peluncuran produk baru, serta komunikasi active ingredients yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Di sisi channel, TikTok semakin memperkuat posisinya sebagai pendorong utama product discovery dengan produk harga Rp25–50 ribu menjadi segmen favorit konsumen selama periode Harbolnas.
Pasar Deodorant Mulai Bergeser ke Antiperspirant
Sementara itu, kategori Deodorant menunjukkan tren yang berbeda. Deodorant masih menjadi segmen terbesar dengan market share sekitar 71%, tetapi pertumbuhan antiperspirant jauh lebih tinggi dibandingkan deodorant biasa. Cuaca Indonesia yang cenderung panas mendorong konsumen untuk membeli produk yang dapat menangkal bau badan dan keringat.
Selain itu, produk perawatan ketiaak pun datang dengan berbagai macam format mulai dari spray, oles, hingga roll on. Dari data yang Markethac temukan, format spray semakin mendekati dominasi roll on, menandakan bahwa preferensi konsumen terhadap kemudahan penggunaan juga terus berkembang.
Insight di atas hanyalah sebagian kecil dari temuan dalam analisis MarketHac. Masih banyak data yang dapat membantu brand memahami perilaku konsumen, pergerakan kompetitor, hingga peluang pertumbuhan di setiap kategori. Ingin mengetahui strategi lengkap untuk memenangkan Harbolnas berikutnya?
Dapatkan Report Lengkap Harbolnas Skincare & Personal Care 2026
Melalui MarketHac Harbolnas 2026 Playbook: Skincare & Personal Care, Anda akan mendapatkan insight yang lebih komprehensif, meliputi:
- Analisis tren Harbolnas 2025 untuk kategori skincare & personal care.
- Performa Cleanser, Body Lotion, dan Deodorant berdasarkan GMV, channel, harga, promo, hingga brand teratas.
- Perubahan perilaku konsumen dan peluang yang muncul di setiap kategori.
- Proyeksi pasar Harbolnas 2026 beserta winning strategy yang dapat diterapkan brand.
- Rekomendasi strategi berbasis data untuk memaksimalkan penjualan di momen Harbolnas berikutnya.

