Persaingan brand ice cream di ecommerce cukup menarik sepanjang Januari–Juni 2026. Di tengah pergerakan market yang naik-turun setiap bulan, Aice justru mampu mempertahankan posisinya sebagai brand dengan kontribusi GMV terbesar.
Data Markethac menunjukkan, Aice konsisten berada di posisi #1 selama enam bulan berturut-turut. Pada Juni 2026, Aice juga masih memimpin dengan 40,05% GMV share, sementara beberapa brand lain seperti Diamond, Camelo, Campina, Pino, Es Kiko, Indofood, dan Wall's melengkapi jajaran Top 8.
Aice Sumbang 41% GMV Market Ice Cream
Sepanjang H1 2026, total GMV broad market ice cream yang dianalisis mencapai Rp22,9 miliar. Dari angka tersebut, Aice menyumbang sekitar Rp9,3 miliar, atau sekitar 41% dari total GMV market. Menariknya, kontribusi Aice tetap berada di kisaran 39–44% setiap bulan. Share tertinggi tercatat pada Maret sebesar 44,13%, kemudian kembali berada di sekitar 40% hingga Juni.
Artinya, posisi Aice di market bukan sekadar hasil dari satu bulan dengan penjualan tinggi. Brand ini menunjukkan kontribusi yang relatif konsisten sepanjang enam bulan pertama 2026.
Stick Jadi Andalan dari Sisi Volume
Kalau melihat format produk, Tube 8L Bulk menjadi penyumbang GMV terbesar Aice dengan kontribusi 89,43%. Namun, cerita yang berbeda muncul ketika melihat jumlah unit yang terjual. Format Stick Individual menyumbang 48,58% Unit Sold Aice. Porsinya bahkan hampir setara dengan Tube 8L yang berada di 42,47%.
Ini menunjukkan bahwa format dengan nilai transaksi lebih kecil belum tentu punya peran kecil dalam performa brand. Dari sisi volume, Stick justru menjadi salah satu format yang paling banyak dibeli. Bagi brand atau seller ice cream, pola ini menarik untuk diperhatikan. GMV dan volume bisa menunjukkan cerita yang berbeda, sehingga melihat keduanya secara bersamaan dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang demand konsumen.
Shopee Jadi Channel Utama Aice
Dari sisi channel ecommerce, Shopee menjadi kontributor terbesar untuk Aice selama H1 2026. Channel ini menyumbang 82,60% GMV Aice, disusul TikTok x Tokopedia sebesar 17,26% dan Blibli sebesar 0,14%. Konsentrasi tersebut juga terlihat dari Unit Sold. Sebanyak 89,16% unit Aice terjual melalui Shopee.
Dengan kontribusi yang sangat dominan, performa Aice di market ecommerce masih sangat berkaitan dengan bagaimana brand bergerak di channel tersebut. Di sisi lain, kontribusi dari channel lain tetap menarik untuk dipantau sebagai bagian dari perkembangan distribusi digital Aice.
Aice Masih Memimpin Persaingan Brand Ice Cream
Konsistensi Aice di posisi #1 menjadi salah satu temuan utama dari market ice cream H1 2026. Selama enam bulan berturut-turut, Aice mempertahankan posisi teratas, dengan GMV share Juni mencapai 40,05%. Sementara itu, Top 8 brand lainnya menunjukkan bagaimana persaingan di kategori ini tetap diisi oleh sejumlah pemain dengan kontribusi yang berbeda-beda.
Buat brand dan seller, melihat siapa yang memimpin saja belum cukup. Perubahan GMV share, Unit Sold, format produk, hingga kontribusi tiap channel bisa membantu membaca pola persaingan dan peluang yang lebih spesifik di market ice cream. Mau tahu lebih banyak insight dan peluang di market ecommerce?
Klik di sini untuk mengakses insight lengkap dari Markethac.




