Air Fryer Han River Muncul Sebagai Distruptor Brand Legend 130 Tahun

Home Electronic
•
•
Monday, Apr 6, 2026
Air Fryer Han River Muncul Sebagai Distruptor Brand Legend 130 Tahun
Source: https://markethac.id

Pasar air fryer di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan di awal 2026. Dalam periode 1 Januari hingga 28 Februari 2026, total penjualan mencapai Rp45 miliar, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat dan solusi memasak yang praktis.

Air fryer bukan lagi produk niche, melainkan sudah menjadi bagian dari kebutuhan rumah tangga modern. Perubahan perilaku konsumen ini turut mendorong persaingan yang kompetitif antar brand.

Philips Masih Memimpin, Tapi Tidak Lagi Sendirian

Philips masih menjadi pemimpin pasar dengan GMV Rp14 miliar dan market share sebesar 31%. Posisi ini menunjukkan bahwa brand legacy masih jadi pertimbangan konsumen, terutama dalam kategori elektronik rumah tangga.
Namun, brand tersebut tidak sepenuhnya mendominasi.

Han River, brand yang relatif baru, berhasil menempati posisi kedua dengan GMV Rp9,8 miliar dan market share 21,8%. Performa Han River juga didukung oleh jumlah produk terjual yang jauh lebih tinggi, mencapai 29,9 ribu unit, hampir dua kali lipat dari Philips. Ini mengindikasikan strategi pricing yang lebih agresif dan positioning yang mass-friendly.

Mid-Tier Brand Mulai Berebut Momentum

Di bawah dua besar, persaingan semakin terfragmentasi. Samono, Cosmos, dan Mito mengisi posisi berikutnya dengan market share masing-masing di kisaran 4–8%. Menariknya, beberapa brand seperti Ecohome dan Mecoo mencatatkan average selling price yang cukup tinggi, bahkan menembus Rp1 juta per unit. Hal ini menunjukkan adanya segmen pasar premium yang tetap berkembang di tengah dominasi produk harga menengah.


Sementara itu, brand seperti Advance dan Gaabor bermain di harga yang lebih terjangkau, membuka peluang untuk menjangkau konsumen baru yang lebih sensitif terhadap harga.

Official Store Jadi Kanal Penjualan Utama

Dari sisi channel, penjualan air fryer didominasi oleh official store dengan kontribusi sebesar 86,4% dari total GMV atau sekitar Rp39 miliar. Sebaliknya, penjualan melalui non-official store hanya menyumbang 13,5% atau sekitar Rp6,1 miliar.

Dominasi ini menunjukkan bahwa konsumen cenderung lebih percaya membeli produk elektronik dari kanal resmi, terutama untuk memastikan keaslian produk dan mendapatkan jaminan garansi.

Disruptor Punya Peluang Besar di Pasar yang Sedang Tumbuh

Data ini memperlihatkan bahwa pasar air fryer masih dalam fase growth. Brand baru memiliki peluang besar untuk naik dengan cepat, bahkan menantang pemain lama. Keberhasilan Han River menjadi bukti bahwa kombinasi harga kompetitif, distribusi yang kuat, dan pemahaman terhadap kebutuhan pasar bisa menjadi kunci untuk menggeser dominasi brand legacy.

Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin posisi puncak akan berubah dalam waktu dekat. Pasar air fryer Indonesia sedang berada di titik paling kompetitifnya. Philips masih memimpin, namun tekanan dari brand challenger semakin nyata.

Bagi brand yang ingin masuk atau berkembang di kategori ini, memahami data pasar bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Ingin tahu strategi apa yang bisa bikin brand kamu ikut naik di kategori ini? Klik di sini dan dapatkan insight berbasis data.