Pasar antiperspirant Indonesia masih punya ruang yang menarik untuk pemain beauty dan personal care. Di tengah persaingan brand besar, Ownskin menjadi salah satu nama yang menunjukkan momentum pertumbuhan cukup kuat sepanjang awal 2026.
Menariknya, pertumbuhan ini tidak hanya terjadi dalam satu bulan. Ownskin mencatat empat bulan pertumbuhan berturut-turut dari Januari hingga April 2026.
Ownskin Tumbuh Lebih Cepat dari Market
Maret 2026 menjadi titik paling menarik bagi Ownskin. GMV brand ini tumbuh 48,17%, dari Rp635,6 juta menjadi Rp941,8 juta. Angka tersebut bahkan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan market antiperspirant yang mencapai 39,43% pada periode yang sama. Pertumbuhan Ownskin juga masih berlanjut pada April, dengan GMV naik 19,41%. Sementara itu, market justru mulai terkoreksi sebesar 11,11%.
Namun, momentum tersebut belum bertahan sepanjang sisa semester pertama. Pada Mei, GMV Ownskin turun 24,79%, lalu kembali terkoreksi pada Juni. Ini menunjukkan bahwa meskipun Ownskin antiperspirant berhasil mencatat pertumbuhan yang kuat di awal tahun, menjaga momentum tetap menjadi tantangan berikutnya.
TikTok x Tokopedia Jadi Channel Terkuat
Dari sisi channel, TikTok x Tokopedia menjadi tempat utama penjualan Ownskin. Menariknya, jarak kedua channel ini cukup tipis. Channel ini menyumbang 51,93% GMV Ownskin sementara Shopee menyusul dengan kontribusi 48,07% GMV.
Kondisi tersebut sedikit berbeda dengan broad market, di mana TikTok x Tokopedia menyumbang 55,07% GMV, sementara Shopee berada di 44,92%. Artinya, Ownskin memang mengikuti pola market dengan TikTok x Tokopedia sebagai channel terbesar, tetapi penjualannya relatif lebih seimbang antara kedua platform.
Masih Banyak Ruang untuk Level Up
Meski pertumbuhan Ownskin cukup mencolok, brand ini masih punya pekerjaan rumah untuk mengejar pemain utama. Pada Juni 2026, Deoxide menjadi pemimpin market dengan 20,30% share GMV, disusul Rexona 9,96%, Nivea 9,60%, Deorex 8,51%, dan Kahf 8,42%.
Dibandingkan pemain-pemain tersebut, posisi Ownskin masih relatif kecil. Jadi, tantangan Ownskin berikutnya bukan lagi sekadar tumbuh, tetapi bagaimana mengubah momentum tersebut menjadi market share yang lebih besar dan konsisten.
Buat brand yang ingin masuk atau memperkuat posisi di kategori antiperspirant, kasus Ownskin menunjukkan satu hal penting: growth bisa menjadi awal yang menarik, tetapi scale dan konsistensi tetap menentukan seberapa jauh sebuah brand bisa naik di market.
Mau tahu posisi brand kamu dibandingkan kompetitor? Hubungi Markethac untuk mendapatkan insight market yang lebih lengkap.




