Penjualan iPhone global mencatat performa kuat pada April–Juni 2026. Apple membukukan penjualan iPhone Rp979 triliun, naik 21,7% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Di Indonesia, performa iPhone di marketplace bahkan menunjukkan pertumbuhan lebih tinggi.
Jadi, apa yang sebenarnya mendorong penjualan iPhone di e-commerce lokal?
Penjualan iPhone Global Naik 21,7% YoY, Sentuh Rp979 Triliun
Periode April–Juni 2026 menjadi salah satu periode terkuat bagi penjualan iPhone secara global. Berdasarkan laporan yang dikutip Kompas Tekno, GMV iPhone tumbuh 21,7% YoY atau setara Rp979 triliun.
Pertumbuhan juga terlihat di pasar e-commerce Indonesia. Sepanjang April–Juni 2026, GMV iPhone di marketplace lokal tumbuh 38,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut bahkan melampaui laju pertumbuhan penjualan iPhone secara global.
Namun, ada satu hal menarik di balik kenaikan tersebut: jumlah unit yang terjual tidak tumbuh secepat GMV-nya.
GMV iPhone Naik karena Konsumen Membeli Seri Lebih Mahal
Pertumbuhan GMV iPhone selama April–Juni 2026 lebih banyak didorong oleh penjualan seri flagship dengan harga lebih tinggi, bukan lonjakan jumlah unit sold. Secara volume, pertumbuhan unit sold relatif stagnan. Artinya, nilai pasar iPhone bertumbuh karena konsumen bergeser ke seri yang lebih mahal.
Bagi kompetitor smartphone, kondisi ini menarik untuk diperhatikan. Persaingan dengan Apple bukan soal menawarkan spesifikasi yang setara, tapi juga menawarkan value yang mearik untuk merebut konsumen di segmen premium.
Juni Hasilkan GMV iPhone Tertinggi di Q2 2026
Jika dibedah secara bulanan, Juni menghasilkan GMV iPhone tertinggi sepanjang Q2 2026. Salah satu faktor yang mungkin berkontribusi adalah momentum campaign dan promo pertengahan tahun.
Dari sisi marketplace, persaingannya juga cukup ketat. Shopee menyumbang 45,3% share penjualan iPhone, dan TikTok x Tokopedia berada sangat dekat dengan 44% share. Selisih yang tipis menunjukkan bahwa kedua channel sama-sama penting untuk kategori iPhone.
Bagi seller maupun brand smartphone premium, strategi omnichannel di kedua marketplace ini dapat menjadi pilihan untuk menangkap purchase intent sekaligus menjangkau konsumen melalui content commerce.
iPhone 15 Jadi iPhone Paling Laris di E-Commerce Indonesia
Lalu, seri iPhone apa yang paling banyak dibeli konsumen? Dari sisi volume, jawabannya adalah iPhone 15. Seri ini menguasai sekitar 31% share unit sold dan berkontribusi 25,9% terhadap GMV iPhone. Angka tersebut membuat iPhone 15 menjadi salah satu sweet spot konsumen di marketplace lokal.
Namun, hasilnya berbeda ketika seluruh varian dalam satu generasi digabungkan. Seri iPhone 17 menyumbang GMV terbesar dengan share sekitar 42,5%. Artinya, iPhone 15 menjadi pemenang dari sisi volume, sedangkan keluarga iPhone 17 unggul dari sisi nilai transaksi.
Perbedaan ini kembali memperkuat indikasi bahwa konsumen Indonesia tetap memiliki appetite terhadap seri iPhone premium, meskipun pertumbuhan jumlah unit secara keseluruhan relatif terbatas.
Sweet Spot Harga iPhone Bergeser Naik 55%
Ada perubahan lain yang cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2026, iPhone 15 menjadi sweet spot dengan Average Selling Price (ASP) sekitar Rp13 juta. Posisi serupa pada tahun sebelumnya ditempati iPhone 13 dengan ASP sekitar Rp8,4 juta.
Artinya, sweet spot harga konsumen bergeser naik sekitar 55% hanya dalam setahun. Pergeseran tersebut menunjukkan bahwa price point yang menghasilkan volume besar kini berada pada level yang lebih tinggi. Konsumen yang tetap berada di ekosistem iPhone terlihat semakin terbuka terhadap perangkat dengan harga premium.
Bagi brand smartphone lain, data ini juga bisa menjadi sinyal bahwa kompetisi di segmen Rp10 jutaan ke atas masih menarik untuk diperhatikan. Namun, harga premium perlu didukung diferensiasi produk, brand equity, ekosistem, serta pengalaman penggunaan yang cukup kuat.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Penjualan iPhone di Indonesia?
Performa April–Juni 2026 menunjukkan bahwa pertumbuhan GMV tidak selalu berarti semakin banyak produk yang terjual.
Dalam kasus iPhone, pertumbuhan justru banyak datang dari perubahan product mix menuju seri yang lebih mahal. iPhone 15 menjadi pilihan terbesar dari sisi volume, sedangkan iPhone 17 memberikan kontribusi GMV tertinggi.
Shopee dan TikTok x Tokopedia juga memiliki share yang hampir seimbang, sehingga keduanya menjadi channel penting untuk diperhatikan dalam strategi penjualan smartphone premium.
Pertanyaan berikutnya adalah: berapa diskon yang efektif untuk mendorong penjualan iPhone tanpa mengorbankan margin terlalu besar? Mau tahu strategi diskon yang pas untuk meningkatkan penjualan iPhone di marketplace? Klik di sini untuk lihat data lengkapnya.




