Awal 2026, Cimory Yogurt menggandeng Aurel Hermansyah sebagai Brand Ambassador (BA). Kehadiran Aurel membuat komunikasi Cimory semakin dekat dengan sosok yang sudah cukup familiar dengan audiens keluarga dan lifestyle. Kolaborasi ini tentu menarik untuk dilihat dari sisi bisnis. Apakah kehadiran Aurel ikut diikuti perubahan pada penjualan Cimory di marketplace?
Data marketplace periode Januari–Mei 2026 menunjukkan ada momen ketika penjualan Cimory kembali menguat. Namun, pergerakannya setelah itu masih cukup dinamis dan belum membentuk tren pertumbuhan yang konsisten.
Penjualan Cimory Sempat Rebound Setelah Aurel Bergabung
Performa Cimory mengawali 2026 dengan tren yang cukup fluktuatif. Setelah mencatat kinerja penjualan yang positif pada Januari, Cimory mengalami penurunan pada Februari, dengan GMV terkoreksi sebesar 29,34% dan Unit Sold turun 30,53%. Memasuki Maret, penjualan mulai pulih dengan pertumbuhan GMV sebesar 41,29%, disertai peningkatan volume penjualan sebesar 16,10%. Pemulihan ini menjadikan Maret sebagai salah satu periode dengan performa paling positif bagi Cimory selama periode pengamatan.
Namun, tren positif tersebut belum bertahan lama. Pada April, GMV kembali mengalami penurunan dan berlanjut hingga Mei. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun Cimory mampu bangkit setelah penurunan pada Februari, pemulihan tersebut belum berkembang menjadi tren pertumbuhan yang konsisten. Pergerakan ini juga perlu dilihat dalam konteks pasar, mengingat kategori yogurt secara keseluruhan turut mengalami fluktuasi selama periode yang sama.
Bukan Cuma Cimory, Market Yogurt Juga Sempat Bangkit
Kalau hanya melihat angka Cimory, kenaikan Maret bisa terlihat sangat menonjol. Namun, ketika dibandingkan dengan kondisi market, terlihat bahwa periode tersebut memang menjadi momentum rebound untuk kategori yogurt secara keseluruhan.
Market yogurt mengalami penurunan pada Februari sebelum kembali tumbuh 19,50% pada Maret. Setelah itu, market kembali melemah pada April dan hanya mengalami pertumbuhan tipis pada Mei. Menariknya, kenaikan nilai transaksi ini tidak dibarengi dengan peningkatan volume yang konsisten. Unit Sold market justru turun dari sekitar 270 ribu unit pada Januari menjadi 210,5 ribu unit pada Mei.
Gambaran ini menunjukkan bahwa market yogurt sedang bergerak cukup fluktuatif. Karena itu, rebound Cimory pada Maret sebaiknya tidak langsung dibaca sebagai dampak tunggal dari aktivitas BA. Ada dinamika market yang juga terjadi pada periode yang sama.
Berry Jadi Rasa Andalan Cimory
Selain melihat penjualan secara keseluruhan, flavour juga memberikan gambaran tentang produk yang paling banyak dipilih konsumen. Di Cimory, Berry menjadi flavour yang paling dominan. Kontribusinya mencapai sekitar dua pertiga dari GMV Cimory, jauh meninggalkan flavour lainnya. Greek & Plain berada di posisi berikutnya, disusul Choco & Vanilla serta Matcha & Taro.
Pola ini ternyata masih beririsan dengan preferensi market. Berry dan Greek & Plain juga menjadi dua flavour dengan kontribusi terbesar di kategori yogurt secara keseluruhan. Bedanya, market lebih seimbang di antara keduanya. Greek & Plain menjadi flavour dengan kontribusi GMV terbesar di market, sedangkan Berry berada di posisi kedua. Di Cimory, situasinya justru berbalik: Berry menjadi jauh lebih dominan. Artinya, Cimory sudah bermain di dua flavour yang memang punya demand besar di market, tetapi Berry menjadi kekuatan yang jauh lebih besar bagi Cimory dibandingkan kategori secara keseluruhan.
Cimory Masih Jadi Brand Terbesar, Tapi Persaingan Mulai Bergerak
Dari sisi brand, Cimory masih mempertahankan posisi teratas sepanjang Januari–Mei 2026. Namun, menjadi brand terbesar tidak berarti share-nya selalu stabil. Porsi GMV Cimory terhadap market secara bertahap menyusut, dari 45,82% pada Januari menjadi 33,59% pada Mei. Di periode yang sama, Biokul sebagai pemain di posisi berikutnya justru memperbesar porsinya dari 12,52% menjadi 17,65%.
Ini menunjukkan bahwa perubahan di market tidak hanya terjadi pada total penjualan kategori. Persaingan antarbrand juga ikut bergerak. Cimory masih memimpin, tetapi sebagian porsi market mulai tersebar ke pemain lain. Kondisi ini membuat pertumbuhan Cimory ke depannya tidak hanya bergantung pada mempertahankan volume penjualan, tetapi juga bagaimana brand menjaga relevansinya ketika kompetisi semakin ramai.
Jadi, Bagaimana Performa Cimory Setelah Aurel Jadi BA?
Data Januari–Mei 2026 menunjukkan bahwa penjualan Cimory memang sempat mengalami rebound kuat setelah penurunan Februari. Pada Maret, GMV tumbuh 41,29% dan volume penjualan ikut meningkat. Tetapi, rebound tersebut belum menjadi tren yang konsisten karena penjualan kembali melemah pada dua bulan berikutnya. Apalagi, market yogurt secara keseluruhan juga mengalami pola naik-turun pada periode yang sama.
Di sisi lain, Cimory masih memiliki fondasi yang kuat. Brand tetap berada di posisi teratas, memiliki flavour utama yang sejalan dengan preferensi market, serta menunjukkan pola channel yang cukup berbeda dibandingkan kategori secara keseluruhan. Karena itu, performa setelah Aurel menjadi BA lebih tepat dibaca sebagai sebuah momentum rebound, bukan sebagai bukti bahwa kolaborasi tersebut secara langsung menghasilkan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Untuk melihat dampak sebuah kolaborasi secara lebih utuh, brand perlu melihat bukan hanya kenaikan sales sesaat, tetapi juga apakah pertumbuhan tersebut bertahan, bagaimana perubahan volume, channel, product mix, dan posisi brand terhadap kompetitor. Mau tahu bagaimana performa brand kamu dibandingkan dengan market? Hubungi tim Markethac untuk mendapatkan insight berbasis data.




