Biaya berjualan di marketplace terus menjadi perhatian banyak pelaku usaha. Dalam beberapa tahun terakhir, seller dan brand harus menghadapi berbagai biaya tambahan mulai dari komisi, biaya layanan, potongan promo, dan biaya operasional lain yang semakin besar.
Dampaknya mulai terlihat di pasar. Banyak brand kini lebih berhati-hati dalam menjalankan strategi marketplace mereka. Ada yang menurunkan tipe toko dari Mall menjadi Star Seller untuk menekan biaya, hingga membangun penjualan melalui website sendiri.
Pemerintah Mulai Turun Tangan
Fenomena ini akhirnya mendapat perhatian pemerintah. Menteri UMKM RI, Maman Abdurrahman, meminta platform e-commerce untuk sementara tidak menaikkan biaya tambahan kepada seller. Pemerintah juga sedang menyiapkan sinkronisasi regulasi bersama kementerian terkait untuk menjaga keseimbangan antara marketplace dan pelaku usaha.
Pemerintah melihat marketplace dan seller sebagai bagian dari satu ekosistem yang saling bergantung. Jika salah satu pihak terlalu terbebani, dampaknya dapat memengaruhi pertumbuhan ekosistem digital secara keseluruhan.
Karena itu, menjaga keseimbangan antara profit platform dan keberlangsungan seller menjadi hal penting untuk mempertahankan pertumbuhan e-commerce jangka panjang.
Strategi Brand Mulai Berubah
Di sisi lain, kondisi ini juga memperlihatkan perubahan strategi banyak brand di industri e-commerce. Marketplace masih menjadi channel penting untuk mendapatkan traffic dan awareness, tetapi semakin banyak bisnis mulai sadar bahwa ketergantungan penuh pada platform memiliki risiko jangka panjang.
Banyak brand kini mulai mencari keseimbangan antara marketplace, website sendiri, dan channel direct-to-consumer lainnya untuk menjaga margin dan fleksibilitas bisnis. Perubahan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan e-commerce tidak lagi hanya soal scale dan traffic, tetapi juga tentang sustainability dan profitabilitas jangka panjang.
Brand yang mampu beradaptasi dengan perubahan biaya platform kemungkinan akan lebih siap menghadapi dinamika industri digital ke depannya. Butuh data untuk atur strategi e-commerce brand kamu? Klik di sini untuk terhubung dengan tim Markethac.