Biskuit Kaleng Ini Terjual Sedikit, tapi Tetap Tembus Top 3

Food and Beverage
•
•
Tuesday, Mar 17, 2026
Biskuit Kaleng Ini Terjual Sedikit, tapi Tetap Tembus Top 3
Source: https://markethac.id

Setiap hari raya, biskuit kaleng hampir selalu ada di meja tamu konsumen. Produk ini juga sering kali dijadikan hampers atau camilan keluarga. Di balik ritual itu, ada data pasar yang lebih menarik untuk diulik.

GMV Tembus Rp14,8 Miliar, tapi Belum Ada yang Dominan


Pasar biskuit & wafer secara keseluruhan mencatatkan GMV sebesar Rp182,1 miliar di e-commerce Indonesia. Segmen kaleng sendiri menyumbang Rp14,8 miliar, sekitar 8,1% dari total pasar. Angkanya mungkin terlihat kecil, tapi tidak ada yang benar-benar mendominasi. Brand teratas hanya menguasai 12,4% market share dengan persaingan yang sangat tipis.

Terjual Paling Sedikit, namun GMV-nya Kompetitif

Ada satu temuan yang menarik. Khong Guan berada di posisi ketiga dengan volume penjualan ter-rendah di antara pemangku tiga besar, yaitu 15,5 ribu unit. Namun, harga rata-ratanya jadi yang tertinggi di top 3, mencapai Rp130,6 ribu per item. Hasilnya, GMV Khong Guan hanya selisih tipis dari Tango yang catatkan unit sold dua kali lebih banyak. 


Harga Bukan Hambatan Selama Reputasinya Kuat

Beberapa brand menjual lebih banyak unit, tapi GMV-nya relatif rendah karena harga jualnya cuma separuh dari Khong Guan. Ini adalah bukti bahwa di kategori biskuit kaleng, reputasi brand bisa mengangkat saleprice guna mengimbangi angka unit sold yang rendah.

Selain membeli biskuit, konsumen membeli nama yang sudah puluhan tahun eksis di Indonesia. Oleh karena itu, kepercayaan yang dibangun tidak bisa disaingi dengan harga murah atau promosi musiman.

Ingin tahu lebih dalam soal peta persaingan kategori ini? Klik disini untuk dapatkan data lengkapnya.