Bogasari Kuasai Pasar Tepung Terigu dengan Omzet 11x Lebih Besar

Food and Beverage
•
5
•
Monday, Mar 16, 2026
data penjualan tepung terigu markethac
Source: https://markethac.id

Setiap tahun, periode Ramadan menjadi salah satu puncak belanja bahan kue. Jelang Lebaran, jutaan konsumen mulai mempersiapkan bahan dasar kue kering, dan tepung terigu selalu menjadi produk pertama yang masuk keranjang. Berdasarkan data penjualan dari 5 platform e-commerce, periode Januari–Februari 2026 mencatat lonjakan permintaan yang signifikan di kategori FnB, khususnya tepung terigu.


Bogasari Tak Tertandingi: 67% Market Share Dikuasai Sendirian

Dari 10 brand tepung terigu yang terpantau, Bogasari mendominasi dengan market share 67,07%, lebih dari dua pertiga total pasar. Kompetitor terdekatnya, Tulip, hanya mampu meraih 5,83%, disusul Sania dan Sriboga. Artinya, omzet Bogasari 11x lebih besar dari Tulip, pesaing yang paling mendekati posisinya.


Mengapa Konsumen Setia pada Bogasari?

Konsumen percayakan Bogasari yang sudah eksis selama puluhan tahun. Di momen peak season seperti Lebaran, konsumen tidak lagi mencoba produk baru. Mereka cenderung memilih brand yang sudah terbukti kualitasnya. Bogasari sebagai merek tepung terigu legendaris Indonesia telah menuai hasilnya. Sementara brand lain seperti Golden Eagle, Kabuki, hingga Kompas harus bersaing keras di arena yang sangat sempit.

Persaingan di Luar Bogasari Justru Makin Ketat

Meski terlihat tenang di permukaan, persaingan di luar Bogasari sebenarnya sangat sengit. Sembilan brand sisanya berebut kurang dari 33% pasar dengan selisih antar brand yang sangat tipis. Greenara dan Jawara misalnya, hanya berbeda 0,01% satu sama lain.

Bagi brand challenger, peluang terbesar justru ada di momen peak season, yaitu ketika volume transaksi dan visibilitas produk meningkat di semua platform.

Mau Pantau Posisi Brand Anda di Pasar?

Data merupakan hal yang krusial untuk pengambilan keputusan bisnis. Klik disini untuk terhubung dengan Markethac dan dapatkan data lengkapnya.