Booming Earphone Kabel di Jepang, Apakah Penjualan di Indonesia Ikut Naik?

Home Electronic
•
5
•
Friday, Dec 5, 2025
cable earphone wireless earphone markethac
Source: https://markethac.id

Earphone kabel membuat kejutan besar di pasar Jepang, terutama sejak Gen Z kembali menganggap desain wired sebagai simbol estetika retro dan identitas personal. Tren ini memicu diskusi luas di ranah teknologi dan musik, karena kebangkitan earphone kabel terjadi di saat era earphone wireless dianggap sebagai standar kenyamanan. Di Jepang, perangkat ini tidak hanya dipakai untuk mendengarkan audio, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup dan fashion statement. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar bagi pelaku industri audio di Indonesia: apakah lonjakan tren ini juga berpotensi mempengaruhi pasar lokal, dan mampukah brand memanfaatkannya sebelum kompetisi menjadi semakin sengit?

Wired Emang Balik Pamor, Tapi Indonesia Tetap Pilih Wireless

Meskipun tren wired kembali bergema di Jepang, perilaku konsumen Indonesia menunjukkan pola yang berbeda. Sebanyak 94,2% pengguna di Indonesia masih memilih earphone wireless, terutama karena kemudahan mobilitas dan kecocokannya dengan gaya hidup serba cepat. Sementara itu, hanya 5,7% yang bertahan menggunakan kabel sebagai pilihan utama. Data ini menegaskan bahwa pasar Indonesia masih sangat dominan pada perangkat nirkabel, dan tren wired belum terlihat memberi dampak agresif secara langsung. Namun, fenomena kembalinya wired di Jepang tetap menjadi sinyal penting: ada kemungkinan konsumen Indonesia, khususnya Gen Z, mulai mencari daya tarik estetika dan diferensiasi value, bukan sekadar fungsi.

Wireless Murah Menggoda, tapi Wireless Cocok Untuk Yang Cari Kenyamanan

Pertarungan antara wired dan wireless earphone di Indonesia bukan dari modelnya, tetapi positioning harga dan value. Pada wired, 73% transaksi terjadi di harga <Rp100 ribu, menunjukkan bahwa alasan pembelian benar-benar didorong oleh pertimbangan hemat untuk kebutuhan mendengarkan audio paling dasar. Namun untuk wireless, keputusan membeli tidak terpaku pada harga, melainkan pada seberapa nyaman dan praktis perangkat digunakan sepanjang aktivitas sehari-hari. Hal ini terlihat dari distribusi harga yang relatif merata: 26,1% pembeli wireless memilih <Rp100 ribu, 35,7% di Rp100–249 ribu, dan 17,3% di >Rp250 ribu. Artinya, wireless diminati oleh berbagai rentang pengguna, baik yang mengejar harga terjangkau maupun yang mencari kenyamanan tanpa ribet untuk mobilitas.



Kompetisi Wired vs Wireless: Brand Juara Tidak Selalu Sama

Jika dilihat berdasarkan brand, pasar earphone Indonesia menunjukkan segmentasi yang jelas antara wired dan wireless. Pada kategori wired, Robot, Baseus, dan HiFi mendominasi transaksi sementara di kategori wireless, peta juara berubah, dengan Soundcore, Baseus, dan HiFi berada di urutan teratas. Masuknya Soundcore sebagai pemain nomor satu di wireless bukan karena faktor kenyamanan, tetapi karena brand ini memang fokus pada lini produk nirkabel dan hampir tidak memiliki portofolio wired, sehingga seluruh performa penjualannya terkonsentrasi di satu kategori. Di sisi lain, Baseus menempati posisi atas di kedua kategori, menunjukkan strategi produk yang stabil dan relevan untuk pengguna low budget (wired) maupun pengguna yang mencari kepraktisan (wireless) dan HiFi muncul di dua kategori, sebagai brand yang kuat secara harga value. Perbedaan komposisi brand ini memperjelas bahwa preferensi pengguna bukan hanya soal tren kabel vs nirkabel, tetapi juga soal brand mana yang membentuk ekspektasi pengguna pada tiap kategori.

Jadi, Apakah trend Wired Earphone masuk di Indonesia?

Fenomena earphone kabel di yang sedang trend di Jepang dapat menjadi referensi insight, namun belum cukup untuk menjadi patokan bahwa pola tersebut akan bergeser menjadi arus utama di Indonesia. Jika tren wired ikut naik di sini, besar kemungkinan akan terjadi di segmen anak muda pencari estetika dan gaya, bukan karena pergeseran kebutuhan fungsional. Dengan kata lain: pasar Indonesia belum mengikuti gelombang Jepang, dan strategi brand yang rasional adalah mengoptimalkan wireless, sambil tetap menyiapkan opsi wired untuk ceruk yang mulai terbentuk.

Markethac bisa bantu brand kamu untuk tau kondisi pasar secara real-time, melihat tren pertumbuhan, performa produk, serta peluang ekspansi di berbagai marketplace. 

Klik di sini untuk dapatkan demo dashboard!