Kategori haircare pria, khususnya pomade, masih menunjukkan performa yang kuat di awal tahun 2026. Berdasarkan data penjualan periode 1 Januari – 28 Februari 2026, market pomade mencatat nilai transaksi hingga Rp20.7 miliar rupiah, menandakan bahwa kebutuhan produk styling rambut pria masih tinggi di Indonesia.
Permintaan yang stabil ini menunjukkan bahwa pomade tetap menjadi salah satu produk andalan dalam kategori perawatan rambut pria. Selain digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, pomade juga menjadi bagian penting dalam tren grooming pria yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Captain Pomade Pimpin Pasar di Awal Tahun 2026
Dalam periode tersebut, Captain Pomade berhasil menempati posisi pertama dengan market share lebih dari 24%, unggul jauh dibanding brand lain seperti Gatsby, Chief, dan Perfectmens. Dominasi ini menunjukkan bahwa brand lokal masih mampu bersaing kuat di kategori haircare pria, bahkan di tengah banyaknya pemain di pasar.
Keunggulan Captain tidak lepas dari kuatnya ekosistem brand yang dimiliki. Produk Captain Pomade diketahui berafiliasi dengan Captain Barbershop, salah satu jaringan barbershop terbesar di Indonesia yang dikelola oleh PT Captain Asia Sukses.
Keterhubungan antara produk dan layanan barbershop membuat brand memiliki exposure tinggi serta kedekatan langsung dengan target market pria. Strategi ini membuat Captain tidak hanya dikenal sebagai produk pomade, tetapi juga sebagai bagian dari lifestyle grooming pria
Pasar Pomade Masih Terfragmentasi, Peluang Masih Terbuka
Meski ada brand yang mendominasi, struktur pasar pomade masih tergolong sangat terfragmentasi. Porsi brand di luar peringkat utama masih menyumbang lebih dari 40% total market, yang menunjukkan bahwa kategori ini belum sepenuhnya dikuasai oleh sedikit pemain saja.
Di bawah Captain yang menguasai lebih dari 24% market share, persaingan terlihat cukup ketat antar brand lain seperti Gatsby (8.42%), Chief (6.45%), dan Perfectmens (4.75%). Menariknya, beberapa brand seperti Chief, Smith, dan Tezzen memiliki harga jual rata-rata lebih tinggi namun volume penjualan lebih rendah, yang menunjukkan adanya segmen premium di kategori pomade.
Persaingan Ketat di Bawah Captain, Market Share Brand Lain Masih Terpencar
Sementara itu, brand seperti Gatsby dan Perfectmens lebih kuat di volume penjualan dengan harga lebih terjangkau, menandakan segmen mass market masih menjadi kontributor utama di kategori ini.
Secara keseluruhan, distribusi market share yang tersebar di banyak brand menunjukkan bahwa pasar pomade masih sangat kompetitif dan belum terkonsentrasi pada sedikit pemain saja, sehingga peluang pertumbuhan masih terbuka bagi brand dengan positioning yang kuat, baik dari sisi harga, distribusi, maupun ekosistem brand.
Hal ini membuka peluang bagi brand baru maupun brand lama untuk terus bersaing melalui inovasi produk, strategi distribusi, maupun kolaborasi dengan barbershop dan komunitas grooming pria. Dengan demand yang masih tinggi dan pasar yang masih terbuka, kategori pomade diprediksi akan tetap menjadi salah satu segmen potensial dalam industri haircare pria di Indonesia sepanjang tahun 2026.
Jika brand-mu ingin membaca peta persaingan personal care pria secara lebih tajam dan berbasis data nyata, klik di sini untuk terhubung dengan tim Markethac dan isi form konsultasi kami.
