Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Brand Mid-Size Mulai Tinggalkan Marketplace, Ini Alasannya

Source: markethac.id

Marketplace seperti Shopee dan TikTok Shop menjadi channel penjualan bagi banyak brand di Indonesia. Tapi belakangan ini, beberapa brand mempertanyakan apakah berjualan di marketplace masih benar-benar menguntungkan.

Alasannya sederhana, karena biaya platform terus naik, sementara margin bisnis semakin tertekan. Fenomena ini bahkan sudah terlihat di sejumlah brand mid-size yang memutuskan berhenti berjualan di marketplace dan mengarahkan konsumen ke website mereka sendiri.

Biaya Marketplace Dinilai Makin Membebani Seller

Beberapa brand mengaku bahwa perubahan kebijakan di platform e-commerce terasa memberatkan. Seller kini harus menanggung banyak biaya yang secara langsung memengaruhi profit, mulai dari komisi platform, ongkir retur, hingga skema komisi dinamis. 

Di sisi lain, brand juga dituntut tetap aktif mengikuti promo besar agar visibility toko tidak turun. Kondisi ini membuat brand tertekan dan mengalami kerugian. 

Biaya Operasional di Luar Marketplace juga Ikut Naik

Tekanan biaya ternyata tidak berhenti di platform saja. Seller juga masih harus menanggung berbagai biaya operasional seperti packing, affiliate, dan logistik.

Belum lagi kenaikan harga bahan baku dan kondisi ekonomi yang melambat ikut memperberat operasional bisnis. Akibatnya, profit terkikis sedikit demi sedikit. Bagi sebagian brand, kondisi ini dianggap tidak sustainable untuk jangka panjang.

Website Sendiri Jadi Alternatif

Karena itu, beberapa brand mulai mencari alternatif di luar marketplace. Salah satu strategi yang banyak dilakukan adalah mengarahkan konsumen untuk berbelanja langsung melalui website resmi brand.

Selain lebih fleksibel dalam menentukan strategi bisnis, website juga memberi kontrol lebih besar terhadap pricing, promo, dan hubungan dengan konsumen.

Brand jadi bisa menawarkan:

  • harga yang lebih fair
  • gratis ongkir
  • promo eksklusif
  • bundling khusus
  • loyalty program sendiri


Bagi konsumen, pengalaman belanja juga terasa lebih nyaman karena benefit yang didapat bisa lebih maksimal.

Marketplace Tetap Penting, Tapi…

Marketplace tetap memiliki kekuatan besar dari sisi traffic dan kemudahan transaksi. Karena itu, banyak brand saat ini tidak benar-benar meninggalkan marketplace, melainkan mulai mengurangi ketergantungan terhadap platform.

Strateginya berubah; marketplace digunakan untuk menjaga visibility dan akuisisi konsumen baru, sementara website mulai dibangun sebagai channel jangka panjang untuk menjaga margin dan loyalitas pelanggan.

Apakah brand Anda sendiri masih bergantung pada e-commerce, atau membangun website untuk menerapkan D2C?

Share This News


What’s New in E-Commerce

See More

Feedback on this news

Both fields are required.