Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Bukan Retinoid, Ini Active Ingredient yang Sedang Naik Daun di 2026

Source: markethac.id

Kesadaran masyarakat terhadap perawatan kulit terus meningkat. Kini semakin banyak konsumen yang melihatnya sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang. Aging dipahami sebagai proses alami, sementara skincare menjadi cara untuk membantu kulit tetap sehat di setiap fase kehidupan.



Tak heran jika penggunaan active ingredient menjadi salah satu pertimbangan utama saat memilih produk skincare. Setelah sunscreen, retinoid masih menjadi ingredient yang paling sering direkomendasikan oleh dermatolog untuk membantu merawat tanda-tanda penuaan pada kulit. Namun, apakah retinoid masih menjadi satu-satunya ingredient favorit konsumen?

Retinoid Masih Menjadi Active Ingredient Favorit

Berdasarkan data MarketHac, retinoid masih menjadi penguasa pasar active ingredient anti-aging pada 2026, menguasai lebih dari 53% pangsa pasar dari sisi GMV—jauh meninggalkan active ingredient lainnya.

Dominasi ini bahkan semakin kuat dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan kontribusi market share menunjukkan bahwa retinoid masih menjadi gold standard dan ingredient utama yang paling dipercaya konsumen dalam rutinitas perawatan kulit.

Collagen dan Peptide Tetap Menjadi Pilihan Konsumen


Jika retinoid masih jadi primadona, collagen dan peptide adalah favorit berikutnya. Sejak 2025, kedua active ingredient ini konsisten mempertahankan posisi kedua dan ketiga, dengan market share masing-masing 19,89% dan 17,14% pada 2026.



Meski keduanya mengalami perlambatan, peptide menunjukkan performa yang lebih baik dibandingkan collagen. Collagen mencatat penurunan GMV sebesar 21,33% dan unit sold 23,75%, sementara peptide turun lebih moderat, yakni 13,88% dari sisi GMV dan 9,45% dari unit sold.



Konsistensi posisi tersebut selama dua tahun berturut-turut menunjukkan bahwa pasar anti-aging tidak lagi bergantung pada satu active ingredient saja. Selain retinoid, collagen dan peptide tetap menjadi pilihan utama konsumen dalam membangun rutinitas skincare sesuai kebutuhan kulit.


Mayoritas Active Ingredient Mengalami Perlambatan

Bukan Retinoid, Ini Active Ingredient yang Sedang Naik Daun di 2026

Meski minat terhadap skincare anti-aging terus meningkat, performa sebagian besar active ingredient justru mengalami perlambatan pada 2026. Beberapa ingredient seperti bakuchiol dan ubiquinone mencatat penurunan performa paling besar dibandingkan active ingredient lainnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa persaingan di kategori anti-aging semakin kompetitif, sehingga tidak semua ingredient mampu mempertahankan momentumnya di pasar. 

Bagi brand skincare, perubahan ini menjadi sinyal penting untuk terus berinovasi, baik dari sisi formulasi maupun edukasi konsumen mengenai manfaat setiap active ingredient.


Ada Rising Star Baru di Kategori Anti-Aging

Di tengah perlambatan mayoritas active ingredient, ada satu ingredient yang justru tampil sebagai outlier. Active ingredient ini mencatat pertumbuhan GMV hingga 81,38% YoY dengan kenaikan unit sold sebesar 2,72%, menjadikannya ingredient dengan pertumbuhan tercepat di kategori anti-aging.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa konsumen mulai mengeksplorasi active ingredient di luar pilihan yang sudah mapan. Bagi brand, tren ini menjadi sinyal bahwa inovasi berbasis ingredient baru berpotensi menjadi peluang pertumbuhan berikutnya.



Penasaran ingredient apa yang mencatat growth hingga 81%? Klik di sini dan dapatkan insight lengkap tren active ingredient di e-commerce bersama MarketHac.

 

Share This News


What’s New in E-Commerce

See More

Feedback on this news

Both fields are required.