Cokelat Valentine Diborong, tapi Coklat Bundling Gak Dilirik?

Food and Beverage
•
5 minutes read
•
Wednesday, Mar 26, 2025
data penjualan cokelat valentine
Source: https://markethac.id

Valentine seringkali menjadi pemicu naiknya permintaan produk, khususnya cokelat. Di Februari 2025, penjualan cokelat mengalami lonjakan signifikan di pertengahan bulan. Ini mencerminkan kebiasaan berbagi cokelat sebagai simbol kasih sayang masih membudaya di kalangan masyarakat.

Nggak cuma itu yang menarik. Dalam data penjualan cokelat di e-commerce, tim Markethac menemukan wawasan penting seputar pergerakan channel, harga, hingga brand yang paling mendominasi pasar. Artikel ini bakal kasih insight segar untuk bantu kamu susun strategi di Valentine tahun depan!

Lonjakan Penjualan Cokelat Tertinggi di Februari 2025

utama di pertengahan bulan. Hal ini tentu tak lepas dari perayaan Valentine’s Day, momen ketika konsumen berburu cokelat untuk diberikan ke pasangan, keluarga, atau teman. Puncak penjualan penjualan cokelat terjadi sekitar 14 Februari. Manfaatkan waktu ini dengan menjalankan strategi promosi, diskon khusus, atau bundling produk. Promosi di waktu yang pas bisa mendorong lonjakan penjualan dalam hitungan hari.

Channel yang Paling Berkontribusi

Dari sisi platform, Shopee menjadi raja penjualan cokelat dengan kontribusi sebesar 51%. Menariknya, TikTok Shop ikut memberi perlawanan kuat dengan kontribusi 38%. Di sisi lain, Tokopedia tertinggal cukup jauh dengan market share 5x lebih rendah dari Shopee.

Berdasarkan data ini, brand sebaiknya fokus ke dua platform utama, yakni Shopee dan TikTok Shop. Kedua channel ini memiliki audience yang besar dan aktif, terutama di momen khusus seperti Valentine. TikTok Shop bahkan mampu mengungguli Shopee di beberapa slot flash sale. Artinya, potensi viral dan impulsive buying di TikTok bisa menjadi peluang emas.

Promo yang Berdampak ke Penjualan Cokelat

Meskipun Valentine identik dengan momen berdua, ternyata konsumen tetap memilih cokelat satuan dibandingkan bundling. Sebagian besar penjualan cokelat berasal dari produk satuan, sementara promo bundling hanya menyumbang 2%. Lalu, skema Buy One Get One Free sebesar 5%. 

Oleh karena itu, strategi penjualan berbasis kuantitas tidak terlalu efektif. Konsumen cenderung membeli cokelat sesuai kebutuhan tanpa terikat dengan jumlah atau paket tertentu.

Top Brand Cokelat di Februari 2025

Dalam daftar brand cokelat terlaris, Silver Queen memimpin dengan market share 38%. Posisi ini cukup jauh dari kompetitor terdekat seperti Cadbury dan Ferrero Rocher. Ketiganya menempati posisi Top 3 brand yang paling diserbu konsumen.

Namun, bukan berarti brand lain tak punya peluang. Dengan strategi branding yang kuat, campaign, dan promosi yang menarik, para pesaing bisa merebut perhatian konsumen untuk naikkan peringkat di bulan mendatang.

Harga Cokelat yang Paling Diincar Konsumen

Satu insight menarik datang dari sisi harga. Rata-rata konsumen justru memilih cokelat di atas Rp100.000, mencakup 48% dari total penjualan. Cokelat di kisaran Rp50.000–Rp100.000 juga berkinerja baik, sementara segmen harga di bawah Rp50.000 justru kurang diminati. 

Artinya, konsumen tidak segan merogoh kocek lebih dalam untuk memberikan hadiah cokelat. Ini menjadi sinyal bagi brand untuk fokus ke produk mid-high dan premium untuk memaksimalkan konversi di momen spesial.

Jam Flash Sale Terbaik untuk Menjual Cokelat

TikTok Shop menunjukkan performa luar biasa di flash sale malam hari, khususnya pukul 20:00. Sementara Shopee relatif stabil di semua slot waktu meskipun volume penjualannya sedikit lebih rendah dari TikTok.

Guna memaksimalkan volume penjualan harian, penting untuk menyesuaikan strategi flash sale berdasarkan perilaku konsumen di tiap platform. Di TikTok, jam prime time terbukti lebih powerful. Di Shopee, kombinasi slot flash sale dan push notifikasi bisa menjadi strategi yang efektif.

Optimalkan Penjualan Cokelat dengan Data yang Akurat!

Momen spesial seperti Valentine bisa membawa keuntungan besar bagi brand cokelat. Saatnya maksimalkan peluang ini dengan strategi berbasis data! Ambil keputusan bisnis berdasarkan insight real-time, mulai dari pemilihan channel, jenis promo, harga, hingga waktu flash sale terbaik. Gunakan Markethac sebagai tools analitik e-commerce yang siap membantu kamu pahami tren dan pergerakan pasar. Klik di sini untuk dapatkan demo dashboard.