Kolaborasi Infinix di 2025 bisa dibilang salah satu langkah paling strategis di tengah kompetisi sengit pasar smartphone. Nggak berusaha jadi yang paling heboh, tapi paling relevan. Lewat dua kampanye besar, Infinix x MLBB & ONIC dan Infinix x JKT48, brand ini berhasil memperluas jangkauan audiensnya secara signifikan. Berdasarkan data Markethac, kolaborasi tersebut mendorong kenaikan relevansi brand sebesar 32,4% dan peningkatan GMV 18,7% di Q2 2025 dibanding kuartal sebelumnya.
Satu Brand, Dua Komunitas yang Kena Tepat
Strategi Infinix simpel tapi cerdas. Lewat kolaborasi Infinix x MLBB & ONIC, mereka menarget komunitas gaming, segmen yang terus tumbuh di Indonesia dengan preferensi kuat pada performa dan value for money. Sementara itu, kolaborasi Infinix x JKT48 menyasar basis fans pop culture yang superloyal. Menurut analisis Markethac, engagement rate di kanal sosial media meningkat 27,9% pasca kampanye ini. Mayoritas fans JKT48 memang laki-laki (sekitar 60%), tapi tingkat interaksi mereka tinggi banget, terutama di konten unboxing dan product endorsement.
Data Markethac Tunjukkan Lonjakan Relevansi
Menurut data dari Markethac, kedua kolaborasi tersebut berhasil mendorong peningkatan signifikan di tiga indikator utama sepanjang kuartal kedua 2025. Relevansi brand tercatat melonjak 32,4%, diikuti engagement rate yang naik 27,9%, serta peningkatan traffic ke halaman produk hingga 15,3% dibanding kuartal sebelumnya.
Menariknya, kolaborasi antara Infinix dengan MLBB dan ONIC menjadi pendorong utama di kategori gaming phone. Kinerja GMV di segmen ini bahkan tumbuh paling cepat dibanding kategori lain, melampaui rata-rata pertumbuhan industri yang hanya mencapai 11,2%.
Kenapa Kolaborasi Ini Bisa Berhasil
Keberhasilan kolaborasi Infinix bukan cuma hasil keberuntungan. Ini hasil dari pemahaman audiens yang kuat dan penggunaan insight berbasis data. Infinix paham komunitas gaming haus performa, sementara fans JKT48 haus koneksi emosional dan eksklusivitas. Dua pendekatan berbeda, tapi sama-sama membangun loyalitas dan awareness. Timing-nya pun tepat: dirilis di pertengahan tahun saat pasar smartphone mulai melambat, bikin Infinix dapet momentum kuat sebelum kompetitor besar rilis produk baru.
Kolaborasi Infinix Jadi Contoh Nyata Strategi Data-Driven
Kolaborasi Infinix membuktikan bahwa pendekatan berbasis data dan community engagement bisa bikin brand naik kelas tanpa harus selalu bakar budget besar. Dengan memahami insight pasar, memilih partner yang relevan, dan meluncurkan kampanye di waktu yang pas, Infinix berhasil menonjol di antara brand yang udah mapan.
Tren kolaborasi Infinix nunjukin kalau data dan community insight bisa jadi senjata paling efektif buat jaga relevansi di pasar yang super kompetitif.
Eksplorasi insight di Markethac sekarang dan lihat gimana data bisa bantu kamu bikin strategi sekeren Infinix.
