Kategori detergent menjadi salah satu kebutuhan rumah tangga terbesar di Indonesia. Dengan market size sebesar Rp128 miliar di awal 2026, produk ini menunjukkan permintaan yang stabil dan tinggi.
Seiring perubahan gaya hidup, konsumen mulai beralih ke produk yang lebih praktis. Hal ini mendorong pertumbuhan liquid detergent yang menyumbang sekitar 34,4% dari total pasar atau setara Rp44,3 miliar.
Rinso dan Soklin Kuasai Lebih dari 50% Pasar Detergent
Di kategori liquid detergent, persaingan nampak terkonsentrasi pada dua pemain utama. Rinso memimpin dengan pangsa pasar 33%, diikuti oleh Soklin (24,1%). Jika digabungkan, keduanya menguasai lebih dari setengah total market, sehingga sulit disaingi oleh brand lain.
Rinso unggul dari sisi nilai penjualan (GMV), sementara Soklin mencatat volume penjualan tertinggi. Hal ini menunjukkan perbedaan strategi: satu bermain di value, satunya lagi kuat di volume.
Kompetitor Lain Tertinggal Jauh
Di bawah dua besar, jarak langsung terlihat cukup signifikan. Sosoft berada di posisi ketiga dengan pangsa 8,27%, disusul oleh Sleek dan Attack. Selanjutnya, Prokleen, Pureco, dan Cussons mengisi lapisan bawah dengan porsi yang relatif kecil.
Meskipun pasar terlihat ramai, dominasinya tetap di dua brand teratas. Di luar itu, brand harus bersaing dari sisi harga, inovasi produk, dan strategi promosi untuk menarik perhatian konsumen.
Pasar Masih Terbuka, Tapi Tidak Mudah
Seiring perubahan minat konsumen, kategori ini punya potensi pertumbuhan yang besar. Oleh karena itu, kuasai datanya sekarang untuk membantu Anda menyusun strategi yang tepat dalam memenangkan persaingan di e-commerce. Klik di sini untuk berlangganan dashboard Markethac.
