Fenomena El Niño "Godzilla" diprediksi membawa musim kemarau yang lebih panas dan kering dibanding biasanya. Kondisi ini membuat banyak orang mulai mencari cara untuk menjaga kenyamanan di rumah, mulai dari memasang AC hingga membeli kipas angin atau air cooler.
Lantas, apakah ancaman kemarau benar-benar mendorong masyarakat membeli perangkat pendingin udara? Untuk menjawabnya, kami membandingkan data penjualan marketplace pada periode yang sama di 2025 dan 2026. Hasilnya menunjukkan bahwa permintaan memang meningkat, tetapi dengan pola yang menarik.
Penjualan Perangkat Pendingin Meningkat Jelang Musim Kemarau
Menjelang musim kemarau, permintaan perangkat pendingin udara mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.
Meski pertumbuhan nilai transaksi (GMV) mulai melandai dari 78,65% pada April menjadi 51,86% pada Juni, jumlah produk yang terjual justru terus meningkat. Pertumbuhan unit sold naik dari 11,23% menjadi 31,76%, menunjukkan bahwa semakin banyak konsumen mulai membeli perangkat pendingin, bukan hanya memilih produk dengan harga lebih tinggi.
Perubahan ini mengindikasikan adanya pergeseran perilaku belanja, dari pembelian awal yang didominasi produk premium menuju pembelian dengan volume yang lebih besar menjelang puncak musim kemarau.
AC Menjadi Kategori dengan Pertumbuhan Tertinggi
Di antara seluruh kategori perangkat pendingin, AC menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar. Kategori ini mencatat kenaikan GMV sebesar 88,33%, dengan jumlah unit terjual meningkat 69,30% dibanding tahun sebelumnya. Sementara itu, kipas angin juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan GMV naik 36,52% dan unit sold bertambah 14,25%.
Berbeda dengan dua kategori tersebut, air cooler tumbuh lebih lambat. GMV hanya meningkat 14,80%, sementara unit terjual naik 13,81%. Harga jual rata-ratanya pun relatif stagnan dengan kenaikan hanya 0,3%, menandakan pertumbuhan kategori ini lebih didorong oleh volume penjualan dibanding peningkatan harga produk.
TikTok Shop Melesat, Shopee Masih Mendominasi
Persaingan antar marketplace juga menunjukkan perubahan menarik. Pada kategori AC, TikTok Shop x Tokopedia mencatat pertumbuhan unit terjual hingga 157,7%, lebih dari tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya dan jauh melampaui pertumbuhan Shopee yang mencapai 52,0%.
Di kategori kipas angin, Blibli juga mulai mencuri perhatian. Marketplace ini berhasil menggantikan Lazada sebagai salah satu kanal dengan pertumbuhan penjualan terbesar. Temuan ini menunjukkan bahwa selain permintaan yang meningkat, preferensi konsumen terhadap kanal belanja juga mulai berubah.
Turbo Jadi Kejutan Terbesar di Kategori Kipas Angin
Persaingan brand juga semakin menarik menjelang musim kemarau. Di kategori AC, Sharp semakin memperkuat dominasinya dengan pertumbuhan unit terjual mencapai 171,4%. Sementara itu, Daikin keluar dari jajaran lima besar dan posisinya mulai diisi oleh brand dengan harga yang lebih kompetitif seperti TCL dan Midea.
Pada kategori Air Cooler, Midea berhasil menjadi pemimpin baru setelah mencatat pertumbuhan hingga 190%, menggantikan Gree yang justru mengalami penurunan. Namun, kejutan terbesar datang dari kategori kipas angin. Turbo yang sebelumnya bahkan belum masuk lima besar pada 2025, kini berhasil menjadi brand dengan penjualan tertinggi dengan total 437,2 ribu unit. Angka tersebut bahkan mencapai sekitar 162% lebih tinggi dibanding penjualan brand nomor satu pada periode yang sama tahun lalu.
Apa yang Bisa Dipelajari dari Tren Ini?
Data menunjukkan bahwa ancaman musim kemarau memang mulai memengaruhi perilaku belanja masyarakat.
Namun, pertumbuhan tersebut tidak terjadi secara merata. AC masih menjadi kategori dengan pertumbuhan paling tinggi, TikTok Shop mulai memperkuat posisinya sebagai kanal penjualan, dan muncul pemain baru seperti Turbo yang berhasil mengubah peta persaingan di kategori kipas angin.
Bagi brand maupun seller, momentum musim kemarau menjadi peluang penting untuk menyesuaikan strategi produk, harga, dan distribusi sebelum permintaan mencapai puncaknya. Memahami perubahan perilaku konsumen sejak awal musim menjadi kunci untuk menangkap peluang penjualan sebelum kompetitor bergerak lebih dulu.
Butuh data untuk memahami perilaku belanja konsumen? Klik di sini untuk dapatkan insight terlengkapnya!




