Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Harga Whey Protein Naik, Tapi Penjualan Malah Ikut Tumbuh

Source: markethac.id

Kenaikan harga whey protein di 2026 menjadi tantangan baru bagi industri fitness dan health supplement. Dibandingkan tahun sebelumnya, rata-rata harga whey protein naik sekitar 17%, atau hampir Rp100 ribu per kemasan. Dengan kenaikan harga tersebut, banyak yang memperkirakan konsumen akan mengurangi pembelian atau beralih ke produk alternatif. 

Namun, data marketplace justru menunjukkan tren sebaliknya: minat konsumen terhadap whey protein tetap tinggi, meski mereka harus menyesuaikan pola belanja.

Pasar Whey Protein Tetap Tumbuh di Tengah Kenaikan Harga

Sepanjang Januari–Juni 2026, nilai pasar whey protein naik 33,09% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan ini memang turut dipengaruhi oleh kenaikan harga jual, namun angka tersebut tetap menunjukkan bahwa kategori whey protein masih punya daya tarik kuat. Produk ini tetap jadi bagian rutin konsumen yang aktif berolahraga dan menjaga asupan protein harian.

Menariknya, tren penjualan melonjak setiap kali momen Ramadan usai. Pada April 2025, penjualan whey protein naik 40,04% secara bulanan (MoM), dan April 2026 kembali tumbuh 24,91% MoM. Pola ini menunjukkan lonjakan aktivitas fitness setelah bulan puasa, saat banyak orang kembali menjalani rutinitas olahraga.

Konsumen Beralih ke Kemasan Lebih Besar untuk Hemat Biaya

Meski harga whey protein naik, permintaan tetap bertahan karena produk ini sudah menjadi kebutuhan bagi para penggiat olahraga. Alih-alih berhenti membeli, konsumen mengubah pola belanja dengan mencari cara untuk mendapatkan value yang lebih besar dalam jangka panjang.

Ini terlihat dari pertumbuhan kemasan besar, yang menjadi segmen dengan kenaikan tertinggi:

  • Kemasan 2,5–5 kg: tumbuh 46,17% YoY
  • Kemasan di atas 5 kg: tumbuh 48,59% YoY

Perilaku ini menunjukkan konsumen makin sadar value for money, terutama lewat perhitungan harga per sajian. Membeli kemasan besar sekali dianggap lebih ekonomis dibanding membeli kemasan kecil berulang kali, terutama bagi konsumen yang sudah rutin mengonsumsi whey protein.

Momen Campaign Jadi Pendorong Utama Checkout

Selain ukuran kemasan, momentum promo juga sangat memengaruhi keputusan beli konsumen. Data marketplace mencatat performa campaign yang makin kuat:

  • Double Date: penjualan naik 82,03% YoY
  • Payday: penjualan tumbuh 43,36% YoY

Konsumen cenderung menunggu momen promo untuk membeli produk dengan nilai transaksi tinggi seperti whey protein. Bagi brand, campaign bukan cuma soal diskon, ini jadi momen strategis untuk mendongkrak volume penjualan dan mendorong repeat purchase.

Brand Whey Protein dengan Market Share Terbesar 2026

Harga Whey Protein Naik, Tapi Penjualan Malah Ikut Tumbuh

Di tengah persaingan yang makin ketat, sejumlah brand berhasil mempertahankan atau memperkuat posisinya:

  1. Optimum Nutrition, tetap jadi pemimpin pasar, market share naik dari 17,39% menjadi 21,23%
  2. Muscle First, di posisi kedua dengan pangsa pasar 12,20%
  3. Vectorlabs, pendatang dengan pertumbuhan paling signifikan, naik tiga posisi dan menggeser Evolene dari peringkat ketiga (2025)

Performa ini membuktikan bahwa selain harga, faktor seperti brand trust, kualitas produk, dan strategi pemasaran tetap jadi penentu utama keputusan pembelian konsumen.

Strategi Brand Whey Protein untuk Menang di 2026

Melihat pergeseran perilaku konsumen ini, brand whey protein bisa mempertimbangkan beberapa strategi berikut:

  • Tonjolkan value produk : komunikasikan harga per sajian agar kemasan besar terlihat lebih hemat
  • Manfaatkan momen campaign : fokus pada Double Date dan Payday untuk mendorong checkout
  • Dorong pembelian ukuran besar : lewat bundling atau benefit tambahan
  • Perkuat brand trust : penting untuk segmen premium yang tetap mempertimbangkan kualitas

Kesimpulan

Kenaikan harga whey protein di 2026 tidak menyurutkan minat konsumen. Justru sebaliknya, pasar tumbuh 33% dengan pergeseran perilaku menuju kemasan besar dan pembelian saat campaign berlangsung. Brand yang mampu mengomunikasikan value dengan tepat akan punya peluang lebih besar memenangkan pasar whey protein ke depan. 

Ingin lihat data lengkap seperti market share, campaign performance, atau tren kemasan untuk kategori produk Anda? Klik di sini untuk terhubung dengan tim Markethac dan dapatkan insight lengkapnya!

Share This News


What’s New in E-Commerce

More News

Feedback on this news

Both fields are required.