Kebutuhan komputasi untuk artificial intelligence (AI) terus berkembang. Salah satu dampaknya terlihat dari meningkatnya kebutuhan data center terhadap kapasitas memori dan memory chip dalam jumlah besar. Ketika permintaan terhadap komponen tersebut meningkat, kondisi pasokan dan harga memory chip ikut menjadi perhatian bagi industri teknologi.
Smartphone menjadi salah satu perangkat yang berpotensi terdampak oleh perubahan harga komponen. Jika biaya produksi meningkat, harga perangkat baru berpotensi ikut terdorong naik. Lantas, bagaimana kondisi pasar smartphone flagship di Indonesia di tengah isu tersebut?
Data Markethac periode Juni–Agustus 2026 menunjukkan bahwa pasar premium dan flagship justru masih mencatat momentum positif. Setelah mengalami koreksi tipis pada Juli, kategori ini kembali mencatat pertumbuhan signifikan pada Agustus.
Pasar Smartphone Flagship Justru Mencatat Kenaikan
Pergerakan pasar selama tiga bulan terakhir menunjukkan bahwa permintaan terhadap smartphone premium dan flagship belum melemah. Pada Juli 2026, GMV kategori ini turun tipis 0,28%. Unit Sold juga mengalami penurunan sebesar 2,63% menjadi 43,7 ribu unit.
Namun, kondisi tersebut berubah pada Agustus. GMV meningkat 23,32% menjadi Rp867,6 miliar, sekaligus menjadi titik tertinggi selama periode observasi. Pertumbuhan juga terlihat dari sisi volume, dengan Unit Sold naik 21,86% menjadi 53,2 ribu unit. Dengan kata lain, meskipun industri smartphone menghadapi perhatian terhadap potensi kenaikan biaya komponen, pasar smartphone premium dan flagship masih menunjukkan peningkatan aktivitas pembelian pada periode tersebut.
Kenaikan Agustus juga beriringan dengan momentum peluncuran sejumlah lini flagship baru. Kehadiran perangkat baru dapat menjadi salah satu faktor yang membuat konsumen kembali aktif mencari dan membeli smartphone di segmen premium. Hal ini menunjukkan bahwa dinamika pasar flagship tidak hanya berkaitan dengan harga perangkat, tetapi juga dipengaruhi oleh siklus produk dan momentum peluncuran brand.
Apple Masih Mendominasi Persaingan
Dari sisi brand, pasar smartphone premium dan flagship Indonesia menunjukkan struktur yang sangat terkonsentrasi. Apple mencatat 79,70% share GMV selama periode observasi, sementara Samsung berada di posisi kedua dengan 13,31%. Gap antara keduanya terlihat cukup besar jika dibandingkan dengan kontribusi brand lainnya. Dari total 26 brand yang terpantau, sebanyak 18 brand masing-masing berkontribusi di bawah 1% GMV.
Data tersebut memperlihatkan bahwa meskipun pilihan smartphone premium di market cukup beragam, aktivitas penjualan masih terkonsentrasi pada beberapa pemain utama. Bagi brand yang ingin masuk atau memperbesar posisi di segmen flagship, kondisi ini menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya terjadi pada produk, tetapi juga pada kekuatan brand dalam menarik demand.
TikTok x Tokopedia Jadi Channel Terbesar
Perubahan perilaku belanja juga menjadi bagian menarik dari pasar smartphone flagship. Untuk kategori dengan harga perangkat yang relatif tinggi, TikTok x Tokopedia justru menjadi channel dengan kontribusi GMV terbesar, mencapai 49,95%. Shopee menyusul dengan kontribusi 42,06%, sementara Blibli dan Lazada secara gabungan menyumbang 7,99%.
Besarnya kontribusi TikTok x Tokopedia menunjukkan bahwa social commerce juga memiliki peran signifikan dalam penjualan smartphone premium. Konsumen tidak hanya menemukan produk melalui marketplace konvensional, tetapi juga melalui ekosistem konten dan commerce yang semakin terintegrasi.
Ini menjadi menarik karena smartphone flagship merupakan produk dengan nilai transaksi tinggi. Artinya, channel yang mampu menggabungkan discovery, konten, promosi, dan transaksi memiliki ruang yang cukup besar untuk mendorong pembelian produk premium.
Bagaimana Arah Pasar Smartphone Flagship Selanjutnya?
Di tengah meningkatnya kebutuhan memory chip untuk AI data center dan potensi tekanan terhadap biaya komponen, kondisi pasar smartphone flagship Indonesia pada Juni–Agustus 2026 masih menunjukkan performa yang positif.
Agustus menjadi periode dengan GMV dan Unit Sold tertinggi selama observasi, beriringan dengan momentum peluncuran flagship baru. Di sisi lain, market masih sangat terkonsentrasi pada Apple dan Samsung, sementara TikTok x Tokopedia menjadi channel dengan kontribusi terbesar.
Ke depan, perkembangan harga memory chip, strategi harga perangkat, siklus peluncuran flagship, serta perubahan perilaku konsumen di masing-masing channel menjadi beberapa hal yang menarik untuk dipantau. Karena pada akhirnya, ketika harga komponen berubah, pertanyaan besarnya bukan hanya apakah harga smartphone ikut naik, tetapi bagaimana konsumen dan market merespons perubahan tersebut.
Mau melihat data lengkap persaingan pasar smartphone? Klik di sini untuk terhubung dengan tim Markethac!
