Pasar smartphone Indonesia memasuki fase yang cukup menarik di kuartal kedua 2026. Setelah sempat mencatat performa kuat sepanjang Q1, Apple mulai menunjukkan perlambatan penjualan di bulan April.
iPhone Masih Dominasi Pasar Flagship
Sepanjang Q1 2026, iPhone masih menjadi salah satu pemain terbesar di pasar smartphone premium. Kehadiran iPhone 17 Series berhasil menjaga dominasi Apple di segmen flagship, terutama lewat tingginya minat konsumen setelah perilisan produk terbaru mereka.
Salah satu model yang cukup mendominasi adalah iPhone 17 Basic 256GB. Memasuki Maret, performanya meningkat cukup signifikan. Penjualan tumbuh sekitar 27% dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan hype iPhone 17 Series masih sangat kuat di pasar Indonesia. Namun kondisi tersebut berubah saat memasuki April. Di April 2026, penjualan iPhone 17 Basic turun atau terkoreksi sekitar -5,59% dibanding Maret.
Fenomena ini cukup menarik karena di waktu yang sama, beberapa brand Android justru bertumbuh pesat.
Apple Jadi Brand dengan Koreksi Penjualan Terbesar
Jika melihat performa brand secara keseluruhan berdasarkan unit sold, April menjadi periode yang cukup berat bagi Apple. Brand ini mengalami penurunan penjualan hingga -33,16%, menjadikannya salah satu brand dengan koreksi terbesar di pasar smartphone Indonesia bulan ini.
Ketika Apple turun cukup dalam, beberapa kompetitor mengambil momentum. Samsung mencatat kenaikan penjualan sebesar 11,15% dan terus memperkuat posisinya di pasar. Infinix juga menjaga performanya yang relatif stabil di tengah persaingan ketat. Brand dengan pertumbuhan paling agresif adalah POCO.
POCO Jadi Brand dengan Pertumbuhan Paling Agresif
POCO menjadi salah satu brand yang paling mencuri perhatian sepanjang April 2026. Setelah turun di bulan sebelumnya, performanya melonjak hingga 59,75%. Lonjakan ini membuat POCO menjadi salah satu brand dengan pertumbuhan tercepat di pasar smartphone Indonesia.
Kenaikan tersebut kemungkinan dipengaruhi oleh peluncuran series baru yang berhasil menarik perhatian pasar, terutama di segmen konsumen yang mencari spesifikasi tinggi dengan harga yang kompetitif. Di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif, strategi value for money efektif untuk menarik market.
Market Share Apple Mulai Tertekan
Walaupun Apple memimpin market share berdasarkan GMV, porsinya mulai mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pada Februari 2026, market share Apple berada di angka 32,7%. Angka tersebut sempat naik menjadi 33,2% di Maret, namun turun drastis menjadi 25,8% di April.
Sementara itu, beberapa brand lain mulai memperbesar kontribusinya di pasar. Samsung berhasil naik ke angka 19,35%, dan POCO melonjak hingga 12,87%. Infinix juga mempertahankan posisinya dengan market share di atas 12%.
Pasar smartphone tidak lagi bergerak hanya di satu arah. Meski Apple menjadi salah satu pemain terbesar di industri, dan Android semakin aktif mengambil momentum lewat strategi harga, spesifikasi, dan produk baru. Jika tren ini terus berlanjut, persaingan smartphone Indonesia sepanjang 2026 akan semakin kompetitif.
Penasaran dengan insight lengkapnya? Klik di sini untuk mendapatkan analisis market smartphone dan consumer trend terbaru.




