Jakarta x Beauty 2024 Berlangsung Meriah! Gimana Dampaknya ke Penjualan di E-Commerce?

Beauty
•
5 minutes read
•
Monday, Feb 17, 2025
jakarta x beauty 2024
Source: https://markethac.id

Event Jakarta x Beauty (JxB) 2024 yang rutin diselenggarakan oleh Female Daily kembali sukses mengguncang beauty enthusiast pada 5 - 8 Desember 2024. Acara ini mengundang ratusan brand beauty, influencer, dan pakar kecantikan, serta menarik ratusan ribu pengunjung yang berburu produk dan promo menarik.

Namun, apakah euforia event ini berdampak langsung pada penjualan produk kecantikan di e-commerce? Mari kita lihat pengaruh event Jakarta x Beauty terhadap penjualan dan strategi yang bisa diterapkan oleh brand kecantikan!

1. Tren Penjualan Selama Event Jakarta x Beauty 2024

Di awal pelaksanaan Jakarta x Beauty 2024, terjadi lonjakan penjualan di e-commerce dengan total transaksi mencapai Rp53,4 miliar pada 5 Desember. Menariknya, di hari ketiga event (7 Desember), penjualan justru anjlok hingga 36%. Omset turun menjadi Rp28,2 miliar.

Penurunan ini kemungkinan terjadi karena adanya pergeseran pembelian dari online ke offline, karena konsumen cenderung membeli produk di venue Jakarta x Beauty. Selain itu, banyak pembeli yang kemungkinan menunda transaksi online untuk membandingkan harga atau menunggu promo lebih besar setelah event berakhir.

Meskipun event besar seperti JxB dapat meningkatkan awareness dan traffic, tetap diperlukan strategi untuk menjaga stabilitas penjualan di e-commerce selama event.

2. Efektivitas Flash Sale ketika Event Berlangsung

Saat event Jakarta x Beauty berlangsung, flash sale di e-commerce ternyata tidak memberikan dampak besar terhadap penjualan. Konsumen lebih fokus belanja offline dan berburu promo eksklusif di event tersebut. Data menunjukkan bahwa nilai flash sale pada 8 Desember turun drastis menjadi hanya Rp4,3 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.

Namun, tren berubah drastis setelah Jakarta x Beauty berakhir. Harbolnas pada 12 Desember menjadi momen puncak, transaksi melonjak hingga sentuh Rp66,8 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa banyak konsumen yang menahan pembelian selama event, dan baru melakukan checkout setelah mendapatkan diskon besar di Harbolnas.

Bagi brand beauty, ini menjadi peluang untuk mengalihkan strategi promosi ke momen pasca-event. Dengan menyusun campaign yang berfokus pada Harbolnas, brand bisa memaksimalkan lonjakan permintaan setelah hype JxB mulai mereda.

3. Jam Puncak Penjualan Produk Beauty

Selain melihat tren harian, data juga menunjukkan bahwa ada waktu tertentu yang menjadi puncak transaksi flash sale. Sepanjang Oktober hingga Desember 2024, jam 18.00 menjadi slot waktu dengan jumlah pembelian tertinggi. Momen ini bisa menjadi peluang emas bagi brand beauty untuk meningkatkan konversi dengan strategi pemasaran yang lebih tepat.

Salah satu strategi yang bisa diterapkan adalah mengadakan live shopping di TikTok atau Shopee Live pada pukul 18.00 ketika interaksi dengan audiens sedang tinggi dan peluang konversi lebih besar. Selain itu, menjadwalkan flash sale atau promo terbatas tepat pada jam ini dapat menarik lebih banyak pembeli yang sudah terbiasa berbelanja di jam tersebut. Tidak kalah penting, penjual produk kecantikan juga bisa mengirimkan push notification atau email blast kepada pelanggan menjelang pukul 18.00 untuk mengingatkan mereka tentang penawaran eksklusif yang sedang berlangsung. 

4. Tren Penjualan di Channel E-Commerce

TikTok Shop terus menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa, terutama setelah event Jakarta x Beauty. Market share TikTok di kategori produk beauty naik hingga 1.33x lipat pada Desember. Untuk mengoptimalkan pertumbuhan ini, brand kecantikan perlu menjalankan strategi live shopping untuk meningkatkan engagement dengan audiens. 

Selain itu, bekerja sama dengan beauty influencer atau content creator di TikTok dapat membantu membangun kepercayaan pelanggan dan mendorong penjualan lebih tinggi. Brand kecantikan juga dapat memanfaatkan fitur bundling dan diskon eksklusif di TikTok Shop untuk menarik lebih banyak pembeli. 

5. Official Store vs Non-Official Store

Selama Jakarta x Beauty 2024, terjadi peningkatan signifikan dalam pembelian melalui official store dibandingkan toko non-official. Hal ini membuktikan bahwa saat event besar, konsumen lebih selektif dalam memilih tempat belanja dan cenderung mencari jaminan keaslian produk dari official store. Untuk mempertahankan momentum ini, promo eksklusif di official store bisa menjadi strategi efektif agar pelanggan lebih tertarik berbelanja langsung dari brand dibandingkan toko non-resmi. 

Ketahui Tren Penjualan Beauty dengan Data Real-Time!

Jangan biarkan brand-mu tertinggal karena minim insight data. Markethac siap membantu kamu memahami tren penjualan beauty, market share, hingga strategi kompetitor secara real-time. Dengan insight yang tepat, kamu bisa mengambil keputusan lebih cerdas, mengoptimalkan promosi, dan memastikan produkmu selalu terdepan! Dapatkan demo sekarang, klik di sini.