Menjual kopi di berbagai marketplace tidak bisa menggunakan strategi yang sama. Meski Shopee dan TikTok x Tokopedia sama-sama menjadi channel utama e-commerce di Indonesia, karakter konsumennya ternyata cukup berbeda. Lalu, marketplace mana yang lebih tepat untuk menjual kopi?
TikTok x Tokopedia Catat Pertumbuhan Penjualan Kopi Tertinggi
Berdasarkan data pasar 2026, penjualan kopi di TikTok x Tokopedia tumbuh 41,3% (YoY), lebih tinggi dibandingkan Shopee yang mencatat pertumbuhan 25,4% (YoY). Dari sisi nilai transaksi, TikTok x Tokopedia juga unggul dengan GMV mencapai Rp517,2 miliar, menunjukkan bahwa platform ini semakin diminati oleh konsumen kategori kopi.
Shopee dan TikTok x Tokopedia Punya Karakter Konsumen yang Berbeda
Perbedaan terbesar terlihat dari pola belanja konsumennya. Di Shopee, penjualan didominasi kopi kemasan single dan pouch, dengan pangsa pasar mencapai 63,7%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas konsumen membeli untuk konsumsi pribadi atau stok di rumah.
Sementara itu, TikTok x Tokopedia didominasi oleh kopi kemasan renteng dan dus dengan market share 55,6%. Di platform ini, kopi banyak dibeli dalam jumlah besar, sehingga lebih diminati oleh toko kelontong maupun reseller.
Perbedaan Ini Juga Terlihat dari Rentang Harganya
Karakter pembeli di kedua marketplace semakin terlihat dari nilai transaksinya. Di TikTok x Tokopedia, mayoritas penjualan berasal dari produk dengan harga di atas Rp150 ribu. Sebaliknya, penjualan di Shopee lebih merata di berbagai rentang harga, mulai dari produk di bawah Rp30 ribu hingga produk premium di atas Rp150 ribu.
Temuan ini menunjukkan bahwa TikTok x Tokopedia lebih kuat sebagai channel untuk pembelian bernilai tinggi, sedangkan Shopee lebih fleksibel dalam menjangkau berbagai segmen konsumen.
Kapal Api Pimpin Pasar Kopi
Kapal Api menjadi pemimpin pasar baik di Shopee dengan market share 6,3%, maupun di TikTok x Tokopedia dengan market share 35,4%. Ranking Kapal Api diikuti oleh dua brand berikut:
- Shopee: Nescafé #2 dan Sakha Coffee #3.
- TikTok x Tokopedia: Indocafe #2 dan Luwak White Koffie #3.
Strategi Jual Kopi di Shopee dan TikTok x Tokopedia
Karena karakter konsumennya berbeda, strategi yang diterapkan pun perlu disesuaikan.
Jika Berjualan di TikTok x Tokopedia:
- Fokus menyasar reseller, UMKM, dan toko kelontong.
- Prioritaskan kemasan renteng atau kartonan.
- Gunakan diskon sekitar 9%.
- Tingkatkan promosi menjelang momentum Double Date dan Payday untuk memaksimalkan penjualan.
Jika Berjualan di Shopee:
- Fokus pada konsumen individu.
- Prioritaskan kopi kemasan single, pouch, atau bundling untuk stok di rumah.
- Jadikan kopi premium sebagai hero product.
- Kombinasikan promo dengan gratis ongkir, Shopee Video, dan Flash Sale berkala dengan diskon sekitar 7%.
Butuh Insight Pasar Kopi yang Lebih Detail?
Ingin mengetahui market share tiap brand, tren penjualan per marketplace, hingga peluang kategori kopi di Indonesia? Hubungi Markethac untuk mendapatkan insight lengkapnya.
