Belakangan, Nino Fernandez ramai diperbincangkan di media sosial berkat persona husband material-nya. Mulai dari memasak untuk istri hingga berbagai momen sweet, kontennya sukses menarik perhatian netizen. Momentum ini kemudian dimanfaatkan ElFormula. Pada 2 Juni 2026, Nino resmi bergabung sebagai KOL ElFormula.
Lalu, seberapa besar efek KOL terhadap penjualan brand?
ElFormula Tumbuh Hampir 20x Lebih Cepat dari Market
Kalau hanya melihat kategori Peeling Serum, pertumbuhannya sebenarnya tidak terlalu besar. Market hanya tumbuh +3,2%. Namun, ElFormula menunjukkan performa yang jauh berbeda. Setelah Nino Fernandez bergabung sebagai KOL, GMV ElFormula tumbuh +62,35%.
Artinya, ElFormula tumbuh hampir 20x lebih cepat dibandingkan kategori Peeling Serum secara keseluruhan. Perbedaan ini menunjukkan bahwa pertumbuhan sebuah brand tidak selalu harus mengikuti laju market. Strategi KOL yang tepat dapat membantu brand memanfaatkan momentum yang sedang terjadi dan menghasilkan pertumbuhan di atas kategori.
Meski begitu, angka ini tidak serta-merta membuktikan bahwa seluruh pertumbuhan ElFormula disebabkan oleh Nino. Ada berbagai faktor lain yang juga dapat memengaruhi penjualan. Namun, perubahan performa setelah periode kerja sama KOL menjadi sinyal menarik untuk melihat lebih jauh efek KOL terhadap penjualan.
TikTok x Tokopedia Mulai Curi Panggung dari Shopee
Perubahan juga terlihat dari kontribusi masing-masing channel. Setelah Nino bergabung, GMV share TikTok x Tokopedia naik 2,01 percentage points, sementara share Shopee turun dengan angka yang sama.
Menariknya, dari sisi unit sold, Shopee justru masih unggul. Hal ini menunjukkan bahwa masing-masing channel memiliki peran yang berbeda. Social commerce dapat menjadi panggung untuk menangkap attention dan momentum dari konten, sementara marketplace tetap kuat dalam mendorong volume penjualan.
Dengan kata lain, ketika sebuah KOL memiliki persona yang kuat di media sosial, social commerce bisa menjadi ruang penting untuk mengubah momentum konten menjadi potensi transaksi.
Dari Peringkat #4 ke #2
Efek KOL terhadap penjualan ElFormula juga terlihat dari perubahan posisinya di kategori Peeling Serum. Sebelum Nino bergabung, ElFormula berada di peringkat #4 dengan GMV share sebesar 6,45%. Setelah Nino masuk, posisi ElFormula terus menguat hingga mencapai peringkat #2 pada Week 8.
Pada periode tersebut, GMV share ElFormula mencapai 19,26%, hampir 3x lipat dibandingkan minggu sebelum KOL. ElFormula bahkan berhasil melewati sejumlah brand established seperti Skintific dan Wardah. Jadi, perubahan yang terjadi bukan hanya soal GMV. Posisi ElFormula di kategori juga ikut menguat setelah periode kerja sama dengan Nino.
Hal ini membuat evaluasi KOL sebaiknya tidak berhenti pada views, likes, atau engagement. Untuk brand, metrik seperti GMV, unit sold, market share, dan perubahan ranking juga penting untuk melihat apakah sebuah kampanye KOL berpotensi membawa dampak bisnis.
Apa yang Bisa Dipelajari Brand?
Kasus ElFormula menunjukkan bahwa pemilihan KOL bukan hanya soal mencari figur dengan jumlah followers besar. Yang tidak kalah penting adalah relevansi persona KOL dengan audiens dan momentum konten yang sedang berkembang. Ketika persona KOL sudah mendapatkan perhatian di media sosial, brand dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat awareness sekaligus mendorong consideration dan penjualan.
Namun, untuk mengetahui apakah KOL benar-benar memberikan dampak, brand perlu membandingkan performa sebelum dan sesudah kolaborasi, bukan hanya melihat performa konten secara terpisah. Dengan pendekatan tersebut, efek KOL terhadap penjualan dapat dilihat secara lebih objektif, mulai dari pertumbuhan GMV hingga perubahan posisi brand di kategori.
Penasaran KOL mana yang paling berdampak ke penjualan brand lainnya? DM Markethac untuk melihat lebih dalam performa KOL dan pasar yang kamu incar.

