Kolaborasi antara JKT48 dan Pop Ice berhasil mencuri perhatian sepanjang gelaran Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2026. Melalui peluncuran Candy Series, Pop Ice menghadirkan berbagai aktivitas menarik di booth, termasuk Sultan Package yang berisi merchandise eksklusif seperti rare photocard JKT48. Antusiasme pengunjung pun membuat booth Pop Ice ramai diperbincangkan di media sosial.
Namun, apakah viralnya booth PRJ benar-benar berdampak pada penjualan di e-commerce?
Candy Series Lebih Laris dari Varian Lain
Data menunjukkan bahwa unit sold Candy Series tumbuh lebih tinggi dibandingkan varian Pop Ice lainnya selama periode PRJ. Di Shopee, Candy Series tumbuh 60,5%, sedangkan varian Pop Ice lainnya hanya naik 16,3%.
Tren serupa juga terlihat di TikTok x Tokopedia, di mana Candy Series meningkat 39,7%, sementara varian lain justru mengalami penurunan hingga -37%. Ini menandakan bahwa kampanye JKT48 × Pop Ice berhasil meningkatkan unit sold Candy Series.
GMV Candy Series juga Tumbuh Pesat
Hype di PRJ ternyata berlanjut ke e-commerce. Selama periode PRJ, Candy Series mencatat pertumbuhan penjualan 39,7%, hampir lima kali lebih tinggi dibandingkan varian Pop Ice lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi JKT48 dan aktivitas di booth PRJ berhasil menarik perhatian konsumen, lalu diperkuat dengan promo bundling serta bonus photocard di marketplace hingga mendorong lebih banyak transaksi online.
Pelajaran untuk Brand FMCG
Kolaborasi JKT48 × Pop Ice menunjukkan bahwa event offline tidak harus berhenti sebagai aktivitas branding. Ketika dikombinasikan dengan promo eksklusif di e-commerce, merchandise koleksi, dan bundling produk, antusiasme yang tercipta di lokasi acara dapat berlanjut menjadi transaksi online.
Bagi brand FMCG, pendekatan ini dapat membantu memperpanjang umur kampanye sekaligus meningkatkan peluang konversi setelah event selesai.
Ingin mengetahui dampak kampanye terhadap penjualan brand, tren kategori FMCG, hingga strategi kompetitor di e-commerce? Hubungi Markethac untuk mendapatkan insight lengkapnya!




