Motorola akhirnya kembali hadir lewat tablet murah setelah lama tidak terlihat di kategori ini. Data dari Markethac menunjukkan bahwa meskipun baseline penjualannya masih rendah, Motorola tablet mulai menunjukkan pergerakan di kuartal ketiga, menandakan adanya minat awal dari segmen entry-level. Di sisi lain, pasar tablet Indonesia tetap didominasi pemain besar seperti Samsung dan Huawei, dengan GMV yang stabil dan kuat sepanjang Juli–Agustus. Meski begitu, ruang untuk brand baru masih terbuka, terutama di segmen harga rendah.
Peluang Besar di Segmen Harga Rp1 Jutaan
Data dari Markethac memperlihatkan bahwa rentang harga yang mendominasi penjualan tablet di marketplace berada di kisaran rendah hingga menengah. Ini menjadi alasan kuat kenapa Motorola memilih masuk melalui jalur tablet murah di harga Rp1 jutaan.
Rentang harga tablet paling laris (berdasarkan proporsi pembelian):
- Rp1,1–1,5 juta (38,4%)
- Rp1,5–2 juta (27,1%)
- Rp800 ribu–1 juta (19,6%)
Dengan perilaku konsumen yang sensitif harga dan mencari fungsi dasar seperti layar lebar, baterai besar, serta stabilitas, tablet murah menjadi segmen paling strategis untuk menarik pengguna yang ingin upgrade tanpa mengeluarkan biaya besar.
Strategi Motorola Masuk ke Kelas Entry-Level
Melihat pola pasar, langkah Motorola masuk ke segmen harga Rp1 jutaan bukan tanpa alasan. Dari data harga dan pergerakan kompetitor, tampak jelas bahwa Motorola sedang mencoba memanfaatkan celah yang muncul ketika tablet Samsung dan Huawei mulai naik kelas dengan semakin banyak varian mid-range. Di saat dua pemimpin pasar itu fokus memperluas lini menengah, ruang kosong di segmen entry-level kembali terbuka lebar, dan di sinilah Motorola mencoba masuk.
Targetnya cukup spesifik: pengguna keluarga yang butuh perangkat terjangkau untuk sekolah online, streaming hiburan ringan, atau kebutuhan dasar sehari-hari. Ditambah lagi, Motorola masih punya brand recognition lama di Indonesia yang membuat nama mereka tidak benar-benar asing, meski sudah lama tidak merilis tablet baru. Pendekatan ini selaras dengan tren pasar yang stabil memberi ruang bagi produk affordable yang menawarkan spesifikasi “cukup” tanpa perlu gimmick besar, namun tetap memenuhi kebutuhan pengguna sehari-hari.
Main di Harga Ramai Pembeli, Apakah Motorola Jadi Favorit Konsumen?
Masuk ke segmen tablet satu jutaan memang langkah cerdas karena area ini yang paling ramai peminatnya. Namun, meski demand tinggi, Motorola tablet masih belum bisa menembus posisi top brand. Dari data Markethac, kategori tablet masih dikuasai oleh Samsung sebagai pemimpin pasar, diikuti Huawei yang konsisten menguasai segmen mid–low. Dua brand ini bukan hanya unggul dari sisi GMV, tapi juga sudah punya ekosistem produk, kepercayaan konsumen, dan ritme perilisan yang solid. Motorola yang baru kembali ke kategori tablet masih memiliki baseline penjualan yang rendah, sehingga butuh waktu untuk mengimbangi volume dan frekuensi transaksi dua raksasa tersebut.
Motorola Masih di Level Pendatang, Tapi Punya Celah untuk Naik
Saat ini, Motorola berada di posisi early challenger, sudah terlihat pergerakannya, tapi belum mencetak lonjakan cukup besar untuk mengubah struktur pasar. Masuknya mereka ke harga Rp1 jutaan memang menempatkan Motorola di segmen yang paling mudah dimasuki, tapi kompetisinya justru paling ketat karena brand-brand mapan juga bermain di area ini.
Agar naik level, Motorola perlu membuktikan stabilitas performa dan value yang lebih kuat supaya konsumen berani pindah dari brand besar. Dengan momentum comeback dan celah kompetitor yang mulai naik kelas harga, peluang tetap terbuka, tapi perjalanan menuju top brand masih panjang dan butuh strategi berkelanjutan.
Mau lihat bagaimana performa tablet murah terus berubah di marketplace? Pantau tren, pergerakan brand, dan data penjualan real-time langsung dari dashboard Markethac. Klik di sini untuk dapatkan demo gratis!
