Live TikTok menjadi sarana penting untuk berinteraksi dengan konsumen, membangun trust, dan mendorong impulse buying. Saat fitur ini dinonaktifkan mendadak, banyak pelaku bisnis yang mengeluhkan penurunan omzet. Bahkan, efeknya cukup signifikan di sejumlah kategori. Bagaimana nasib industri kecantikan dan elektronik yang selama ini selalu ramai pembeli di e-commerce? Cek data lengkapnya.
Tren Penjualan Kategori Beauty di E-Commerce
Pada 31 Agustus, kategori beauty di Shopee anjlok -41% dengan kerugian mencapai Rp47 miliar. Jika digabung dengan penurunan di TikTok, total kerugian tembus Rp51 miliar. Meski fitur live Shopee masih berjalan, efek domino dari absennya TikTok Live tetap terasa.
Di tanggal yang sama, GMV beauty menurun di TikTok x Tokopedia sebesar 10%. Namun, Shopee bangkit lebih cepat, mencatatkan tren positif sejak 2 September dengan lonjakan 26%.
Tren Penjualan Kategori Elektronik Pasca Live Tiktok Mati
Kategori elektronik juga ikut terdampak meski tidak sebesar beauty. Pada 31 Agustus, GMV elektronik di Shopee anjlok -24% menjadi Rp16 miliar, sementara TikTok kehilangan Rp1 miliar.
Namun, tren ini tak berlangsung lama. Shopee rebound cepat dengan kenaikan 47% di 1 September dan melaju stabil hingga meraup Rp31 miliar di 3 September. Tokopedia juga menunjukkan pola serupa; sempat turun 11% pada 31 Agustus, lalu berbalik naik menjadi Rp12 miliar di awal September.
Menariknya, tren elektronik lebih stabil dibanding beauty, baik di TikTok maupun Shopee. Hal ini kemungkinan karena konsumen elektronik lebih banyak bertransaksi lewat katalog produk, bukan mengandalkan live shopping.
Mau Lihat Data Penjualan E-Commerce yang Lebih Lengkap? Gunakan Markethac!
Agar tetap relevan di pasar, brand perlu memantau performa penjualan secara real-time, melihat pergerakan kompetitor, dan menyesuaikan strategi dengan cepat.
Gunakan Markethac untuk dapatkan akses lengkap ke data penjualan, tren per channel, hingga strategi promosi kompetitor.
Klik di sini untuk daftarkan brand Anda ke dashboard Markethac.
