Minyak goreng menjadi salah satu kebutuhan pokok yang hampir selalu ada di setiap rumah tangga. Budaya masyarakat Indonesia yang gemar menggoreng dan menumis membuat konsumsi minyak goreng sangat tinggi dibandingkan negara lain. Tidak heran jika minyak goreng menjadi salah satu kategori yang paling kompetitif di industri FMCG.
Berdasarkan data market terbaru, total pasar minyak di Indonesia mencapai sekitar Rp212,6 miliar. Dari jumlah tersebut, kategori minyak goreng menyumbang sekitar 44% dari keseluruhan market minyak. Angka ini menunjukkan bahwa minyak goreng merupakan salah satu produk dengan kontribusi terbesar dalam kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Sunco Dominasi Pasar dengan Market Share 40%
Berdasarkan data penjualan, Sunco menempati posisi pertama sebagai minyak goreng paling banyak dipakai di Indonesia dengan market share mencapai 40,4%. Angka ini jauh di atas kompetitor terdekat, yaitu Sania yang hanya memiliki sekitar 6,5% market share.
Selain dari sisi nilai penjualan, Sunco juga mencatat jumlah penjualan yang tinggi, yaitu 545 ribu item terjual, jauh di atas brand lain. Tingginya volume penjualan ini menunjukkan kuatnya distribusi dan tingginya tingkat kepercayaan konsumen.
Persaingan Ketat di Peringkat 3–10
Di bawah Sunco dan Sania, persaingan market share terlihat jauh lebih ketat. Barco berada di posisi ketiga dengan market share sekitar 5,6%, diikuti Rose Brand dan Fortune.
Menariknya, beberapa brand memiliki jumlah item terjual yang cukup tinggi namun dengan harga rata-rata berbeda. Misalnya, Rose Brand mencatat 89 ribu item terjual. Sementara Barco tawarkan harga yang jauh lebih tinggi, mendekati 27 ribu item dengan harga tiga kali lipat lebih mahal.
Perbedaan ini menunjukkan adanya variasi segmen pasar, mulai dari produk ekonomis hingga premium.
Brand lain seperti Bimoli, Sovia, dan Kunci Mas juga masih memiliki market share di kisaran 3–4%, menandakan bahwa konsumen Indonesia memiliki banyak pilihan, tetapi tetap terkonsentrasi pada beberapa brand.
Harga dan Volume Jadi Faktor Penting
Data juga menunjukkan bahwa brand dengan volume penjualan tinggi tidak selalu memiliki harga tertinggi. Beberapa produk dengan harga terjangkau justru mendapatkan angka item sold yang besar. Di sisi lain, brand dengan harga lebih tinggi tetap memiliki pasar tersendiri, terutama untuk konsumen yang lebih memperhatikan kualitas atau jenis minyak yang digunakan.
Mau Pantau Posisi Brand Anda di Pasar?
Data merupakan hal yang krusial untuk pengambilan keputusan bisnis. Klik disini untuk terhubung dengan Markethac dan dapatkan data lengkapnya.
