Skip to content

Marketing Plenger Ala Aldi Taher Bikin Penjualan Susu Bubuk Almond Meledak

Food and Beverage
•
•
Wednesday, Jul 1, 2026
Marketing Plenger Ala Aldi Taher Bikin Penjualan Susu Bubuk Almond Meledak
Source: https://markethac.id

Aldi Taher dalam beberapa tahun terakhir mengalami perubahan citra yang cukup signifikan di ruang digital. Dari figur publik yang sempat meredup, ia kembali relevan melalui persona “plenger” yang justru kuat di ekosistem internet dan marketing modern.

Momentum awal yang banyak disorot adalah saat ia mempromosikan bisnis Aldi’s Burger dengan gaya komunikasi yang tidak biasa dan sangat organik. Pendekatan ini sempat viral dan menjadi bahan diskusi di kalangan marketer karena dianggap sulit direplikasi, bukan karena strateginya kompleks, tetapi karena sangat bergantung pada karakter personal Aldi Taher sendiri.

Sejak saat itu, semakin banyak brand mulai melibatkan dirinya dalam campaign digital dengan harapan mendapatkan efek atensi yang serupa.

Studi Kasus: You & Milk di Podcast Raditya Dika

You & Milk sendiri merupakan brand susu almond, yaitu alternatif susu nabati yang ditujukan sebagai pengganti susu sapi, terutama bagi konsumen yang memiliki intoleransi laktosa atau yang mencari opsi minuman yang lebih ringan dan functional. 

Produk ini juga diposisikan sebagai susu yang membantu mendukung gaya hidup sehat, termasuk pengelolaan kondisi seperti diabetes, sehingga masuk ke segmen health-conscious consumer di kategori susu bubuk dan plant-based milk.



You & Milk, memilih tampil di podcast Raditya Dika bersama Aldi Taher dan Dokter Tirta pada 25 Mei 2026. Pada periode ini, dengan branding susu ‘diabetes’, performa You & Milk berada di posisi yang relatif rendah di pasar susu bubuk dengan market share sekitar 1,08%. 

Kolaborasi dengan Aldi Taher lewat podcast Raditya Dika ini dilakukan untuk memperkuat exposure dan mendorong pertumbuhan GMV di marketplace.
 

Marketing Plenger Ala Aldi Taher Bikin Penjualan Susu Bubuk Almond Meledak

Dampak GMV: Tidak Instan, Tapi Tertunda


Memasuki minggu 25 Mei sebagai minggu rilis podcast, marketshare YouMilk turun -17,6% dibanding tanggal 18 Mei satu minggu sebelum podcast dirilis. Penjualan pun sempat menguat pada tanggal  1 Juni meskipun masih di ambang negatif. Namun, pada minggu 8 Juni atau dua minggu setelah rilis, efek podcast mulai terasa karena GMV justru tumbuh signifikan +32,36%.

Artinya, dampak exposure tidak langsung terlihat di minggu pertama, bahkan masih terjadi penurunan. Namun pada minggu kedua setelah rilis, GMV berbalik naik signifikan dan kembali mendekati level sebelum podcast. Dari sisi channel, TikTok menjadi motor pertumbuhan terkuat dibanding platform lainnya.



TikTok Jadi Channel Pertumbuhan Terkuat


Dari sisi distribusi channel, Shopee masih menjadi kontributor utama GMV You & Milk dengan share sebesar 87,33%. Sementara itu, TikTok x Tokopedia berkontribusi 12,11% dan Lazada berada di 0,56%.

Meski Shopee mendominasi, dinamika pertumbuhan paling agresif terjadi di TikTok x Tokopedia. Channel ini sempat mengalami penurunan -16,78% namun pada minggu 8 Juni, terjadi lonjakan +83,26%.

Lonjakan ini menunjukkan bahwa TikTok x Tokopedia berperan sebagai kanal konversi penting dalam social commerce funnel, terutama setelah exposure dari podcast mulai menyebar ke audiens yang lebih luas.

Kasus You & Milk menunjukkan bahwa dampak endorsement dalam format podcast tidak selalu instan, tetapi dapat muncul sebagai delayed impact dengan jeda sekitar 1–2 minggu. Sementara itu, perjalanan Aldi Taher dari viral Aldi’s Burger hingga menjadi figur yang sering dilibatkan dalam campaign brand menunjukkan bagaimana persona viral dapat berubah menjadi aset marketing yang bernilai dalam ekosistem digital dan social commerce saat ini.



Butuh data untuk menunjang strategi marketing brand kamu? Klik di sini untuk dapatkan insightnya!