Doktif, atau Dokter Detektif, dikenal sebagai figur di media sosial yang mengulas dan menginvestigasi produk skincare dan beauty. Kontennya tidak sekadar membagikan pengalaman menggunakan produk, tetapi juga membedah kandungan dan memeriksa klaim yang disampaikan brand, termasuk melalui hasil pengujian laboratorium. Dari aktivitas tersebut, istilah “Doktif Approved” pun menjadi salah satu label yang lekat dengan namanya.
Popularitas Doktif menunjukkan bagaimana review dan validasi dari figur di kategori beauty dapat berperan dalam membangun kepercayaan konsumen. Bagi sebagian konsumen, label “Doktif Approved” dapat menjadi salah satu pertimbangan sebelum memilih produk. Tak heran jika semakin banyak brand memanfaatkan review dan endorsement untuk membangun trust sekaligus mendorong penjualan.
Salah satunya adalah MeToo di kategori pasta gigi. Dalam kerja sama review bersama Doktif, MeToo turut mencantumkan keyword “Doktif Approved” pada listing produknya. Strategi ini hadir beriringan dengan momentum pertumbuhan GMV MeToo. Namun, seberapa besar peran endorsement dalam mendorong pertumbuhan sebuah brand?
MeToo Tumbuh Setelah Direview Doktif
Berdasarkan data marketplace periode Juni 2025 hingga Agustus 2026, MeToo mencatat pertumbuhan GMV yang cukup signifikan setelah momentum review Doktif. Secara keseluruhan, GMV MeToo tumbuh 46,52%, sementara unit sold meningkat 36,3% dalam periode observasi.
Momentum pertumbuhan mulai terlihat setelah review Doktif pada September 2025. MeToo mencatat GMV growth sebesar 12,40% pada September, setelah sebelumnya tumbuh 26,69% pada Agustus. Namun, pertumbuhan tersebut belum berjalan konsisten. Pada Oktober, GMV MeToo justru terkoreksi -14,85%, sebelum kembali rebound sebesar 25,51% pada November.
Artinya, terdapat momentum positif setelah review, tetapi data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa endorsement menjadi satu-satunya penyebab pertumbuhan.
Hampir Setahun Kemudian, MeToo Masih #1
Hampir setahun setelah kerja sama dengan Doktif, MeToo masih mempertahankan posisi sebagai brand #1 di market pasta gigi. Meskipun sebelum kerjasama dengan Doktif MeToo sudah duduki posisi #1. Pada Agustus 2026, MeToo menguasai 27,68% share GMV. Namun, jika dibandingkan dengan September 2025, ketika share GMV MeToo mencapai 42,13%, porsinya telah turun sebesar 14,45 percentage points.
Di saat yang sama, sejumlah kompetitor mulai mengambil porsi market. Pada Agustus 2026, Pepsodent berada di posisi kedua dengan 17,38% share GMV, diikuti Usmile sebesar 12,58% dan Speed Stick sebesar 8,65%. Dengan demikian, MeToo memang masih memimpin, tetapi gap dengan kompetitor mulai menyempit.
Endorsement Tidak Selalu Menghasilkan Growth Berkelanjutan
Dari data tersebut, endorsement seperti Doktif Approved dapat berperan sebagai booster jangka pendek. Trust dari pihak yang melakukan review berpotensi membantu meningkatkan consideration dan mendorong konsumen mencoba produk.
Namun, mempertahankan pertumbuhan membutuhkan lebih dari sekadar endorsement. Ketika efek awal mulai mereda, performa brand tetap akan dipengaruhi oleh berbagai faktor lain, seperti harga, promosi, product offering, visibility di marketplace, kompetisi, hingga strategi distribusi.
Karena itu, keberhasilan sebuah endorsement sebaiknya tidak hanya dilihat dari kenaikan sales sesaat. Brand juga perlu melihat apakah peningkatan tersebut mampu menghasilkan sustainable growth dan mempertahankan market share dalam jangka panjang.
Saatnya Ukur Impact Endorsement dengan Data
Endorsement bisa menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan awareness dan penjualan. Tetapi, pertanyaan yang lebih penting adalah: seberapa besar impact-nya terhadap market dan apakah efek tersebut bertahan?
Dengan data marketplace, brand dapat melihat perubahan GMV, unit sold, market share, hingga pergerakan kompetitor sebelum dan sesudah sebuah campaign atau endorsement.
Butuh data yang bisa bantu drive sustainable growth? Hubungi Markethac untuk melihat performa market dan brand kamu secara lebih menyeluruh.




