Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Minuman Kolagen Masih Laris di 2026? Cek Tren Penjualannya

Sumber gambar: markethac.id

Minuman kolagen masih menjadi salah satu produk yang banyak dilirik konsumen. Sepanjang 2025, kategori ini mencatat GMV sebesar Rp145,1 miliar, dengan hampir 1 juta unit terjual. Angka tersebut menunjukkan besarnya minat konsumen terhadap produk kolagen.

Namun, memasuki 2026, apakah tren tersebut masih berlanjut?

Penjualan Mulai Kehilangan Momentum

Berdasarkan data Markethac periode Mei–Juli 2026, penjualan minuman kolagen mulai menunjukkan pelemahan. Secara keseluruhan, kategori ini mencatat growth YoY sebesar -8,66%. Pergerakan bulanannya juga menunjukkan tren yang serupa. Setelah sempat tumbuh pada awal periode, GMV mulai turun 5,41% MoM di Juni dan kembali melemah 6,81% di Juli. 

Artinya, meski minuman kolagen masih punya pasar yang cukup besar, momentumnya mulai melambat di 2026. Menariknya, ASP justru naik sekitar 1%, sehingga pelemahan pasar lebih terlihat dari berkurangnya volume pembelian dibandingkan turunnya harga.

Serbuk Masih Jadi Favorit, Collagen Milk Mulai Naik

Kalau melihat formatnya, serbuk/bubuk masih menjadi pilihan utama konsumen. Format ini bahkan berhasil meningkatkan share GMV dari 33,35% menjadi 42,79%. Tapi ada pendatang baru yang mulai mencuri perhatian. Collagen Milk mencatat pertumbuhan paling tinggi hingga 244,61% YoY, meski basis penjualannya masih relatif kecil.

Sementara itu, Gummy/Candy justru mengalami penurunan hingga 44,89%. Perbedaan performa ini menunjukkan bahwa preferensi konsumen terhadap cara mengonsumsi kolagen mulai berubah.

Newlab Berhasil Rebut Posisi Cool-Vita

Minuman Kolagen Masih Laris di 2026? Cek Tren Penjualannya

Perubahan juga terjadi di antara brand. Cool-Vita yang sebelumnya menjadi market leader harus kehilangan posisinya setelah mencatat penurunan GMV sebesar 45,18% dan unit sold sebesar 50,77%. Sebaliknya, Newlab tumbuh 70,13% secara GMV dan berhasil mengambil posisi teratas. Menariknya, jarak keduanya sangat tipis, dengan GMV Newlab hanya sedikit lebih tinggi dari Cool-Vita.

Pergeseran ini menunjukkan bahwa persaingan pasar minuman kolagen semakin terbuka. Brand yang sebelumnya dominan mulai mendapat tantangan dari pemain yang mampu menangkap demand konsumen dengan lebih baik. Jadi, meski pasar minuman kolagen sedang melambat, kategorinya masih menarik untuk diperhatikan. Format baru mulai tumbuh, preferensi konsumen berubah, dan posisi market leader pun mulai bergeser.

Ingin melihat data kategori beauty dan suplemen lainnya? Hubungi Markethac untuk mendapatkan insight pasar yang lebih lengkap.

Bagikan Berita Ini


Terbaru di E-Commerce

Berita lainnya

Masukan untuk berita ini

Kedua kolom wajib diisi.