E-commerce Indonesia dikejutkan oleh langkah strategis Shopee yang menghentikan layanan J&T Express Standard dan Ekonomis mulai April 2025. Keputusan ini memicu beragam spekulasi di kalangan pelaku industri logistik dan seller aktif di Shopee. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Shopee, keputusan ini diduga sebagai upaya mereka dalam memperkuat rantai logistik internal, yaitu Shopee Express.
Pertahankan Kemitraan dengan J&T Cargo
Menariknya, Shopee tetap melanjutkan kemitraan dengan J&T Cargo untuk pengiriman barang besar hingga 600 kilogram. Nampaknya, Shopee mempertahankan mitra yang dapat melengkapi ekosistem distribusinya, bukan bersaing dengan layanan reguler yang kini bisa dikendalikan sendiri.
Upaya Shopee Perkuat Layanan Logistik Terintegrasi
Lewat langkah ini, diduga Shopee ingin mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga dan memaksimalkan kendali penuh atas pengalaman pengiriman. Shopee Express (SPX) sebagai layanan internal Shopee akan menjadi prioritas untuk menggantikan J&T Express. Dengan begitu, Shopee diyakini dapat menekan biaya operasional, meningkatkan efisiensi pengiriman, dan memberikan SLA (Service Level Agreement) yang lebih stabil untuk seller dan buyer.
Opsi Jasa Kirim Reguler yang Masih Tersedia di Shopee
Shopee masih menyediakan sejumlah jasa pengiriman reguler alternatif, di antaranya: Anteraja Reguler, ID Express, JNE Reguler, Ninja Xpress, PosAja!, SiCepat REG, dan SPX Express (Shopee Express). Langkah ini membuka peluang bagi jasa kirim lainnya untuk menaikkan volume transaksi di Shopee.
Penghentian kemitraan Shopee dengan J&T Express Standard dan Ekonomis sepertinya merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun logistik yang efisien dan terintegrasi. Seller diharapkan segera menyesuaikan strategi pengiriman dengan pilihan jasa kirim yang tersedia.