Musim Hujan Tiba, Penjualan Dehumidifier Bisa Naik Drastis? Cek Datanya!

Home Electronic
•
5 minutes read
•
Tuesday, Jan 14, 2025
data penjualan dehumidifer di e-commerce
Source: https://markethac.id

Penjualan dehumidifier menunjukkan tren positif selama periode September hingga November 2024. Peningkatan ini didorong oleh kebutuhan konsumen akan kelembapan ruangan, terutama menjelang musim hujan. BMKG telah memprediksi curah hujan tinggi yang akan datang pada Januari hingga Maret 2025. Kondisi ini kemungkinan dapat meningkatkan permintaan dehumidifier dan memperkuat peluang bisnis di sektor tersebut. Kira-kira, bagaimana tren penjualan, pengaruh cuaca, hingga kompetisi di e-commerce terhadap penjualan dehumidifier tahun 2024? Yuk, simak selengkapnya!

Tren Penjualan Dehumidifier

Pada September 2024, penjualan dehumidifier mencapai Rp1,9 miliar dengan 2.500 unit terjual. Bulan berikutnya, Oktober 2024, menunjukkan lonjakan signifikan dengan omset sebesar Rp3,6 miliar dan 6.200 unit terjual. Artinya, terjadi peningkatan sebesar 1,89 kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya. November 2024 mencatatkan rekor tertinggi dengan penjualan mencapai Rp5,0 miliar dan total 7.700 unit. Bulan ini menjadi puncak penjualan selama periode tersebut.

Peningkatan yang konsisten ini mencerminkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mengontrol kelembapan udara di dalam rumah. Dehumidifier menjadi solusi praktis, terutama menjelang puncak musim hujan.

Market Share Channel E-Commerce terhadap Penjualan Dehumidifier

Berdasarkan channel, Shopee memimpin dengan pangsa pasar 88,51%; jauh meninggalkan Tokopedia yang hanya menguasai 10,67%. Dominasi Shopee menunjukkan bahwa platform ini menjadi pilihan utama konsumen untuk membeli dehumidifier. Namun di November, Tokopedia mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi, yaitu 320,72% dibandingkan Shopee yang hanya tumbuh 23,59%. Strategi kampanye November di Tokopedia tampaknya berhasil menarik perhatian konsumen meskipun pangsa pasarnya relatif kecil.

Provinsi dengan Penjualan Dehumidifier Terbanyak

Prediksi BMKG mengenai curah hujan tinggi di sejumlah wilayah menjadi salah satu faktor meningkatnya penjualan dehumidifier. Jakarta Utara menjadi wilayah dengan penjualan tertinggi dengan total penjualan Rp16,3 miliar. Angka ini 2,76 kali lipat lebih tinggi dibandingkan Tangerang yang berada di posisi kedua dengan perolehan Rp5,9 miliar.

Selain itu, data curah hujan menjadi acuan penting bagi pebisnis untuk menentukan strategi penjualan. Daerah dengan curah hujan tinggi dapat menjadi target pasar yang potensial untuk penjualan dehumidifier.

Preferensi Konsumen: Harga dan Brand

Segmen mid-range mendominasi pasar dengan total penjualan mencapai 6.778 unit. Ini menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih produk dehumidifier terbaik yang menawarkan keseimbangan antara harga dan kualitas. Dari sisi brand, Leka mencatat penjualan tertinggi pada November dengan nilai Rp2,2 miliar, diikuti oleh Notale dengan omset Rp873,6 juta. Sementara secara pertumbuhan penjualan, Stadler Form menunjukkan lonjakan pertumbuhan tertinggi hingga 479,49% pada November, menjadikannya salah satu brand yang patut diperhatikan.

Para pebisnis di sektor ini memiliki peluang besar untuk meningkatkan pendapatan, terutama menjelang musim hujan. Prediksi curah hujan tinggi oleh BMKG memperkuat kebutuhan masyarakat akan dehumidifier. Oleh karena itu, diperlukan strategi pemasaran yang tepat untuk memaksimalkan peluang di pasar yang kompetitif.

Markethac sebagai tools e-commerce market insight hadir membantu Anda melacak tren penjualan dehumidifier guna memaksimalkan strategi penjualan di e-commerce. Dengan beragam fitur canggih dan insight market yang mendalam, Markethac memungkinkan pebisnis untuk mengidentifikasi tren market, pergerakan harga, dan posisi brand di e-commerce untuk mengoptimalkan strategi marketing. Klik di sini untuk dapatkan akses ke dashboard Markethac!

Tags: dehumidifier, dehumidifier terbaik​, dehumidifier ruangan​, musim hujan, data curah hujan