Niacinamide telah lama dikenal sebagai salah satu kandungan "holy grail" di dunia skincare. Ingredient ini sering mendapat pujian karena memiliki beragam manfaat, mulai dari membantu mencerahkan kulit kusam, menyamarkan noda hitam, hingga memperbaiki tampilan warna kulit yang tidak merata.
Popularitas tersebut tidak hanya terjadi di kategori skincare wajah. Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak brand yang mulai mengadopsi niacinamide ke dalam produk body lotion untuk menjawab permintaan konsumen yang semakin sadar terhadap kandungan produk.
Hasilnya terlihat jelas pada performa pasar. Selama periode Maret hingga Mei 2026, kategori body lotion niacinamide berhasil mencatat market size sebesar Rp93 miliar di Shopee dan TikTok Shop. Meski sempat mengalami koreksi sebesar 11,78% pada April, pasar mulai menunjukkan pemulihan pada Mei dengan pertumbuhan kembali sebesar 1,87%.
TikTok Shop Jadi Channel Utama Penjualan
Menariknya, mayoritas penjualan body lotion niacinamide justru datang dari TikTok Shop. Berdasarkan data market share channel, TikTok Shop x Tokopedia menguasai 59,7% pasar, sementara Shopee berada di angka 40,3%. Dominasi ini menunjukkan bahwa kategori body lotion semakin cocok dipasarkan melalui pendekatan content-driven.
Review produk, video before-after, edukasi kandungan, hingga strategi affiliate menjadi faktor yang membantu mendorong konversi pembelian. Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana keputusan pembelian produk kecantikan saat ini semakin dipengaruhi oleh konten dan rekomendasi yang muncul di media sosial.
Produk di Bawah Rp100 Ribu Jadi Favorit Konsumen
Meskipun kandungan menjadi daya tarik utama, harga tetap menjadi faktor penting dalam kategori body lotion. Berbeda dengan serum atau treatment yang digunakan dalam jumlah kecil, body lotion merupakan produk yang digunakan secara rutin dan untuk area tubuh yang lebih luas. Hal ini membuat konsumen lebih sensitif terhadap harga karena frekuensi pembelian yang lebih tinggi.
Di Shopee, segmen harga Rp50 ribu hingga Rp75 ribu menjadi kontributor terbesar dengan market share mencapai 42,64%. Sementara itu, konsumen TikTok Shop cenderung lebih banyak membeli produk pada rentang harga Rp75 ribu hingga Rp100 ribu dengan market share sebesar 27,35%. Temuan ini menunjukkan bahwa pasar masih didominasi produk dengan harga menengah yang dianggap cukup terjangkau untuk pembelian berulang.
Lavojoy Pimpin Persaingan Brand
Di tengah persaingan yang cukup ketat, Lavojoy berhasil menjadi brand body lotion niacinamide dengan penjualan terbesar di Indonesia. Brand asal Australia tersebut memimpin pasar dengan market share sebesar 11,71%. Meski belum menunjukkan dominasi mutlak, jaraknya yang hampir 6 poin persentase dari kompetitor terdekat menunjukkan posisi yang cukup kuat di kategori ini. Di bawah Lavojoy terdapat beberapa pemain lain seperti Noera, Vaseline, Nivea, dan Herborist yang masih bersaing untuk memperebutkan pangsa pasar.
Melihat kondisi pasar saat ini, kombinasi antara ingredient yang populer, harga yang terjangkau, serta strategi pemasaran berbasis konten tampaknya menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan sebuah brand. Dengan tingginya minat konsumen terhadap niacinamide dan dominasi TikTok Shop sebagai channel penjualan, kategori body lotion niacinamide masih memiliki peluang pertumbuhan yang menarik untuk beberapa waktu ke depan.
Ingin mengetahui kategori skincare lain yang sedang tumbuh dan strategi brand yang memimpin pasar? Hubungi Markethac untuk mendapatkan insight market terbaru dan data e-commerce yang lebih mendalam.




