Nilai Tukar Rupiah Sempat Menguat, Pasar Smartphone Malah Turun?

Handphone
•
•
Wednesday, Jul 2, 2025
Nilai Tukar Rupiah Sempat Menguat, Pasar Smartphone Malah Turun?
Source: https://markethac.id

Penguatan nilai tukar rupiah tak serta-merta membawa kabar baik bagi pasar smartphone. Justru sebaliknya, tren penjualan smartphone justru menunjukkan penurunan. Meski nilai mata uang menguat, daya beli konsumen belum sepenuhnya pulih. Lalu, bagaimana data penjualan smartphone di awal 2025? Kira-kira, siapa yang berhasil mendominasi pasar smartphone? Ini datanya!

Tren Penjualan Smartphone di Maret - April 2025

Menurut data penjualan smartphone di Indonesia di Maret 2025, total GMV dari smartphone berhasil tembus 642M. Namun, di April nilainya turun menjadi 487M. Naiknya Rupiah berdampak langsung pada minat beli masyarakat, sales growth smarthphone mengalami penurunan hingga mencapai 24%. 

Channel yang Paling Optimal 

Saat channel e-commerce lain mengalami penurunan tajam akibat dampak Rupiah naik, Lazada justru tampil sebagai satu-satunya platform yang mencatatkan pertumbuhan positif sebesar +5%. Sementara platform lain seperti Shopee, Tokopedia, Blibli, hingga TikTok Shop menunjukkan tren penurunan signifikan. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bagi brand untuk memfokuskan strategi promosi ke Lazada, sambil mengevaluasi efektivitas channel lain di tengah fluktuasi nilai tukar.

Tren Flash Sale Smartphone

Flash sales smartphone yang dulu jadi magnet utama pembeli kini mulai kehilangan pamor. Penurunan kontribusi flash sales hingga 4x lipat menunjukkan adanya perubahan pola belanja konsumen yang signifikan. Alih-alih tergiur diskon sesaat, konsumen kini lebih fokus pada nilai jangka panjang seperti masa garansi yang lebih lama, cicilan 0%, hingga kemudahan trade-in.

Segmen yang Mendominasi di Pasar Smartphone

Segmen smartphone premium semakin mendominasi pasar smartphone. Data menunjukkan bahwa iPhone dengan harga di atas Rp20 juta mengalami lonjakan, bahkan segmen premium ini menyumbang market share smartphone hingga 80%. Sementara itu, kategori harga menengah ke bawah justru mencatat penurunan signifikan. Ini jadi bukti bahwa konsumen kini melihat smartphone flagship sebagai bentuk investasi jangka panjang.

Brand Ini Kokoh Di Puncak Klasemen Segmen Mid-Range

Di segmen tech-savvy yang kini lebih cermat memilih smartphone, POCO berhasil menangkap peluang tersebut dengan spesifikasi tinggi namun tetap terjangkau. Kehadiran POCO F7 Ultra dan X7 Pro pada April membuat penjualan brand ini melonjak fantastis hingga 738% share. Sementara merek-merek besar seperti Samsung, Apple, hingga Motorola mengalami penurunan signifikan.

Mau Lihat Data Market Smartphone Lainnya? Gunakan Markethac!

Agar tetap relevan di pasar smartphone yang kompetitif, brand perlu memantau performa penjualan secara real-time, melihat pergerakan kompetitor, dan menyesuaikan strategi dengan cepat. 

Gunakan Markethac untuk dapatkan akses lengkap ke data penjualan, tren per channel, hingga strategi promosi kompetitor. 

Klik di sini untuk daftar demo dashboard!