Konsumen memiliki banyak pilihan ketika ingin membeli produk elektronik. Beberapa lebih memilih Official Store karena menjamin keaslian produk dan garansi resmi, sementara yang lain tergiur oleh harga yang lebih hemat di Non-Official Store.
Di antara kedua pilihan ini, manakah yang sebenarnya lebih banyak menarik pembeli? Apakah konsumen lebih memprioritaskan keamanan dan layanan resmi, atau justru mencari harga terbaik dengan promo menarik? Tim Markethac menemukan pola belanja yang menarik dalam kategori barang elektronik di e-commerce. Yuk, simak datanya!
GMV Official Store vs Non-Official Store untuk Penjualan Produk Elektronik
Berdasarkan data penjualan elektronik terbaru, total GMV (Gross Merchandise Value) dari Non-Official Store mencapai Rp1.446,2 triliun, jauh lebih besar dibandingkan Official Store yang hanya mencatat Rp355,3 triliun. Tidak hanya itu, dari segi jumlah unit yang terjual, Non-Official Store berhasil menjual 3,5 juta unit, sedangkan Official Store hanya menjual 349,9 ribu unit.
Artinya, konsumen lebih banyak berbelanja di Non-Official Store dibandingkan di Official Store. Ada beberapa faktor utama yang dapat menjelaskan tren ini. Harga yang lebih kompetitif menjadi salah satu alasan utama, di mana banyak Non-Official Store menawarkan harga lebih murah dibandingkan toko resmi. Selain itu, promo dan diskon besar seperti cashback, bundling, dan gratis ongkir turut menjadi daya tarik yang membuat konsumen lebih memilih Non-Official Store.
Namun, meskipun Non-Official Store mencatat volume penjualan yang lebih tinggi, bukan berarti Official Store kehilangan daya saing. Konsumen tetap memilih toko resmi untuk kategori produk tertentu, terutama yang membutuhkan jaminan garansi dan layanan purna jual yang terpercaya.
Kategori Produk Elektronik yang Lebih Laris di Setiap Channel
Pilihan antara membeli di Official Store atau Non-Official Store juga sangat bergantung pada jenis produk elektronik yang dibeli. Barang elektronik berukuran besar, seperti kulkas dan mesin cuci, lebih banyak dibeli di Non-Official Store, dengan kontribusi sebesar 84.85% dari total penjualan. Harga yang lebih murah dan promo besar menjadi faktor utama yang mendorong konsumen membeli produk ini dari toko reseller.
Sebaliknya, produk elektronik berukuran kecil, seperti vacuum cleaner dan air purifier, memiliki distribusi yang lebih merata. Sebanyak 59.99% penjualan berasal dari Non-Official Store, sedangkan 40.01% berasal dari Official Store. Data ini menunjukkan bahwa konsumen lebih mempercayai toko resmi untuk barang elektronik kecil, di mana harga tidak terlalu berbeda jauh dan jaminan garansi menjadi pertimbangan utama.
Bagi brand elektronik yang ingin meningkatkan penjualan, memahami perilaku konsumen dalam memilih saluran pembelian bisa menjadi kunci untuk menyusun strategi yang lebih efektif di e-commerce.
Brand Elektronik dengan Strategi Paling Efektif di E-Commerce
Tidak hanya kategori produk, brand juga memiliki strategi berbeda dalam memasarkan barang elektronik mereka di e-commerce. Sharp menjadi brand elektronik terlaris di Non-Official Store, dengan kontribusi 22.66% dari total penjualan di kategori ini. Hal ini menunjukkan bahwa Sharp memiliki jaringan distribusi yang luas melalui reseller, sehingga produknya lebih mudah ditemukan di berbagai toko Non-Official di marketplace. Sebaliknya, Deema mendominasi kategori Official Store dengan market share 20.74%. Deema cenderung membangun kepercayaan dengan konsumen melalui toko resmi, dibandingkan mengandalkan jaringan distributor atau reseller.
Strategi yang diterapkan oleh masing-masing brand menunjukkan bahwa ada dua pendekatan utama yang dapat digunakan oleh brand elektronik di e-commerce. Untuk brand yang ingin mendominasi Non-Official Store, membangun jaringan reseller yang kuat dan menawarkan harga kompetitif menjadi kunci. Sementara itu, brand yang ingin mempertahankan eksistensinya di Official Store perlu fokus pada layanan purna jual, promo eksklusif, serta membangun loyalitas konsumen melalui pengalaman belanja yang lebih baik.
Siapa yang Lebih Kuat, Official Store atau Non-Official Store?
Selain dominasi brand tertentu, data juga menunjukkan bahwa kekuatan Official Store dan Non-Official Store sangat dipengaruhi oleh nama besar dalam industri produk elektronik. LG Indonesia Official Shop (28.87%) dan USE Official Shop (25.59%) menjadi dua toko resmi terbesar di kategori Official Store, menunjukkan bahwa brand besar cenderung mempertahankan eksklusivitas mereka melalui channel resmi.
Namun, Non-Official Store justru didominasi oleh reseller besar seperti Nyanya_Bakehouse (25.13%) dan Bahagia Elektronik (23.76%). Data ini menunjukkan bahwa reseller masih memiliki peran besar di dalam ekosistem market share elektronik di Indonesia, meskipun mereka tidak memiliki status official store.
Dari data ini, terlihat bahwa brand besar membangun kepercayaan melalui toko resmi mereka, sementara reseller masih memainkan peran dominan di marketplace. Konsumen membeli di Non-Official Store bukan karena loyal terhadap toko tertentu, tetapi karena mereka mencari harga terbaik dan promo yang lebih menarik.
Optimalkan Strategi Penjualan Elektronik dengan Data Akurat!
Preferensi konsumen terus berubah. Apakah konsumen lebih memilih harga murah di Non-Official Store, atau garansi resmi di Official Store? Bagaimana strategi brand yang sukses mendominasi pasar? Dapatkan insight lengkap tentang data penjualan barang elektronik, market share elektronik di Indonesia, dan strategi kompetitor hanya di Markethac. Dapatkan demo dashboard sekarang, klik di sini.
