Bone broth atau kaldu tulang menjadi produk yang populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di era pandemi karena dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Dari segi bisnis, penjualan bone broth cenderung fluktuatif dari bulan Januari hingga Oktober 2024. Kira-kira, seberapa besar kontribusi channel terhadap penjualan bone broth, dan brand mana saja yang mendominasi market share? Berikut hasil analisis tim Markethac terhadap penjualan bone broth periode Januari - Oktober 2024!
Tren Penjualan dari Januari hingga Oktober 2024
Penjualan bone broth dari Januari hingga Oktober 2024 menunjukkan fluktuasi dengan angka tertinggi sebesar Rp1.9 miliar pada bulan Maret, Mei, dan Juli. Hal ini mungkin disebabkan oleh promosi yang efektif atau meningkatnya minat konsumen terhadap produk bone broth pada momen tertentu. Di sisi lain, terdapat penurunan signifikan pada Februari sebesar Rp1.7 miliar, September Rp1.6 miliar, dan Oktober Rp1.5 miliar.
Toko Official vs Non-Official
Toko non-official menjadi kontributor terbesar dalam penjualan bone broth, menyumbang 84% dari total penjualan. Toko non-official di Shopee berhasil meraih penjualan sebesar Rp8.2 miliar, sedangkan Tokopedia hanya mencapai Rp6.1 miliar. Dominasi toko non-official ini mencerminkan preferensi konsumen untuk berbelanja di reseller bone broth yang memberikan pilihan produk dengan harga yang kompetitif. Kehadiran toko non-official memungkinkan konsumen untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka, sehingga meningkatkan daya tarik pasar bone broth.
Brand Bone Broth Terlaris Periode Januari - Oktober 2024
Doctor Broth memimpin pasar bone broth dengan pangsa pasar 35.1%, jauh mengungguli pesaing seperti Hungry Alana yang hanya mendapatkan 12.3% market share. Keberhasilan Doctor Broth ini menunjukkan kekuatan brand lokal dalam bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Strategi pemasaran yang efektif, kualitas produk yang tinggi, serta kemampuan untuk memenuhi kebutuhan konsumen mungkin menjadi faktor kunci dalam kesuksesan ini. Doctor Broth berhasil membangun kepercayaan konsumen dan meningkatkan loyalitas melalui produk yang berkualitas.
Distribusi Penjualan di 16 Provinsi
Penjualan bone broth di 16 provinsi menghasilkan omset sebesar Rp17 miliar, dengan DKI Jakarta sebagai kontributor terbesar yang menyumbang setengah dari total omset. Penjualan di Jakarta Raya mencapai Rp8 miliar, diikuti oleh Banten dengan Rp4.7 miliar. Jawa Barat mencatat penjualan sebesar Rp1.7 miliar, sedangkan Jawa Timur mencapai Rp1.4 miliar. Penjualan di Sumatera Utara dan Bali masing-masing sebesar Rp521 juta dan Rp141 juta, sementara Sumatera Selatan mencatat penjualan Rp22 juta. Data ini menunjukkan dominasi Jakarta Raya dalam penjualan bone broth; kemungkinan disebabkan oleh tingginya jumlah populasi dan daya beli konsumen di wilayah tersebut.
Preferensi Harga Konsumen
Mayoritas konsumen memilih bone broth dalam kisaran harga Rp71.000 - Rp80.000. Persentase terbesar dari penjualan bone broth berada pada kisaran harga ini dengan market share mencapai 28.9%. Sementara kisaran harga Rp501.000 - Rp1.000.000 mendapatkan market share terendah, yaitu hanya 4.05%. Konsumen cenderung memilih produk dengan harga yang terjangkau namun tetap berkualitas. Hal ini penting untuk diperhatikan oleh produsen dalam menentukan strategi penetapan harga yang tepat.
Pantau Tren Market Bone Broth secara Real-Time di Markethac!
Sebagai pebisnis bone broth, Anda perlu mengetahui data pasar secara mendalam untuk merancang strategi yang lebih optimal. Markethac menyajikan data penjualan real-time untuk membantu Anda memantau perkembangan dan perilaku konsumen di e-commerce. Dengan fitur analisis mendalam, Anda dapat mengidentifikasi peluang dan strategi pemasaran yang paling efektif. Dapatkan insight lengkap Bone Broth dan berbagai produk lainnya di Markethac!
Klik di sini untuk mendapatkan free trial dashboard.

