Ramadan selalu identik dengan kurma. Buah manis asal Timur Tengah ini jadi pilihan utama untuk berbuka puasa karena rasanya yang legit dan bernutrisi. Tradisi ini membuat permintaan kurma meningkat signifikan di Ramadan. Penasaran seperti apa tren kurma di Ramadan 2025? Tim Markethac punya data lengkapnya, mulai dari jenis kurma terlaris, channel distribusi, hingga harga yang paling optimal. Yuk, simak!
Penjualan Kurma di Pre-Ramadan (Akhir Februari - Awal Maret 2025)
Berdasarkan data terkini, permintaan kurma mengalami lonjakan tajam menjelang Ramadan 2025. Nilai transaksi mencapai puncaknya di awal Ramadan dengan angka fantastis, yaitu Rp6,8 miliar. Ini jadi bukti kuat bahwa kurma adalah salah satu produk F&B yang paling dicari saat bulan suci tiba.
Kenaikan ini menjadi alarm positif bagi brand untuk mengoptimalkan promosi dan stok sejak pre-Ramadan. Jangan tunggu Ramadan tiba, justru di minggu-minggu menjelangnya, konsumen mulai berburu stok kurma untuk persiapan sahur dan berbuka.
Channel Penjualan Kurma Favorit Konsumen
Dari sisi distribusi, Shopee mendominasi penjualan kurma di minggu pertama Ramadan dengan market share sebesar 82%. Sementara itu, Tokopedia berkontribusi 5x lebih rendah, dan platform lain masih jauh tertinggal. Dominasi Shopee kemungkinan besar dipengaruhi oleh intensitas campaign, serta diskon dan voucher menarik selama Ramadan. Ini menjadi sinyal penting bagi brand yang ingin memperluas market. Jangan abaikan Shopee sebagai channel utama untuk produk kurma Ramadan.
Harga Kurma yang Paling Diincar
Mayoritas pembeli mencari kurma dengan harga di bawah Rp50 ribu. Ini menandakan bahwa kurma menjadi kebutuhan pokok di Ramadan, sehingga konsumen cukup sensitif terhadap harga. Segmen harga Rp50K – Rp100K juga punya pasar yang kuat dengan angka penjualan 179 ribu unit. Brand bisa mengambil peluang dengan menghadirkan varian kurma ekonomis dan menengah, serta menambahkan promo bundling untuk menarik minat konsumen. Strategi harga yang fleksibel dapat membuka peluang dari berbagai segmen.
Jenis Kurma Terlaris
Kurma Sukari menjadi kurma terlaris di Indonesia pada Ramadan 2025 dengan 35% market share. Angka ini 2x lipat di atas Kurma Ajwa dan Medjool. Kurma Sukari yang dikenal manis dan lembut sepertinya sudah menjadi “top of mind” konsumen saat membeli kurma online.
Dengan dominasi ini, brand bisa mengambil langkah strategis seperti memperkuat stok Kurma Sukari, menambahkan kemasan bundle kurma Sukari dan jenis lain, atau membuat kampanye khusus yang menonjolkan khasiat kurma Sukari.
Ukuran Kemasan Kurma yang Diburu Pembeli
Kemasan 1 kilogram paling banyak dipilih, menyumbang 36% market share. Disusul oleh kemasan 500 gram dengan market share yang berbeda tipis. Artinya, konsumen lebih suka membeli dalam jumlah besar, baik untuk konsumsi sendiri maupun dibagikan dalam bentuk hampers Ramadan.
Kemasan kecil seperti 250 gram tetap punya market sendiri, tapi bukan prioritas utama. Brand bisa menyiasati ini dengan menawarkan diskon khusus untuk pembelian kiloan, atau menghadirkan varian isi campuran dalam kemasan besar.
Manfaatkan Data untuk Optimalkan Penjualan Kurma Ramadan!
Ramadan adalah momen emas bagi para pebisnis kurma. Untuk memaksimalkan penjualan, brand perlu mengambil keputusan bisnis berbasis data, bukan sekadar asumsi.
Cari tahu data penjualan kurma yang lebih lengkap di Markethac! Akses seluruh data real-time, mulai dari harga, channel, promosi, hingga insight kompetitor untuk membantu kamu merancang strategi penjualan kurma Ramadan yang lebih akurat. Daftar demo Markethac sekarang, klik di sini!
