Banyak brand mengira biaya berjualan di marketplace hanya sebatas admin fee. Padahal, ada berbagai program tambahan yang sering luput dari perhitungan dan diam-diam menggerus margin. Akibatnya, profit tidak ikut naik secepat yang diharapkan.
Admin Fee Bukan Satu-Satunya Biaya Marketplace
Sekilas, admin fee marketplace terlihat masuk akal. Sebagai contoh, admin fee Shopee untuk kategori Perawatan dan Kecantikan berada di kisaran 8,25%. Namun, angka tersebut belum mencerminkan total biaya yang sebenarnya dibayar brand.
Ketika seller ikut berbagai program seperti Promo XTRA+, Gratis Ongkir XTRA, dan Live XTRA, total biaya marketplace bisa mencapai sekitar 23%. Artinya, hampir seperempat nilai penjualan berkurang dari biaya platform. Tidak heran jika banyak brand mempertanyakan keuntungan mereka di marketplace.
Seller Skincare Mulai Menyesuaikan Harga
Respons yang paling banyak dilakukan seller adalah menaikkan harga jual. Berdasarkan analisis Markethac periode Januari 2026 hingga Mei 2026, persentase rata-rata harga jual (AVG Sale Price) kategori Beauty & Personal Care di Shopee meningkat 3,14 poin.
Seller tengah berupaya mengimbangi tekanan biaya yang semakin besar. Namun, menaikkan harga tidak menjadi satu-satunya solusi, terutama di kategori yang sensitif terhadap harga.
Banyak Brand Mulai Mendorong Penjualan ke Website Sendiri
Selain menaikkan harga, sebagian brand menerapkan strategi Direct-to-Consumer (D2C) dengan mengarahkan konsumen ke website mereka sendiri.
Strategi ini menawarkan beberapa keuntungan:
- Tidak ada commission fee marketplace
- Kontrol penuh atas harga dan program promosi
- Memiliki database pelanggan sendiri
Bagi brand yang sudah memiliki website dan basis pelanggan loyal, pendekatan ini bisa menjaga margin tetap sehat. Namun bagi brand yang baru memulai, tantangannya tidak kecil.
Biaya pengembangan website dapat berkisar antara Rp5 juta hingga Rp30 juta, ditambah biaya maintenance sekitar Rp500 ribu hingga Rp2 juta per bulan. Belum termasuk biaya payment gateway yang umumnya mengenakan potongan transaksi sekitar 2–2,5%.
Oleh krena itu, membangun website sebaiknya dipandang sebagai investasi jangka panjang, bukan solusi instan untuk memperbaiki margin.
Cara Menjaga Margin di Tengah Kenaikan Biaya Marketplace
Alih-alih langsung meninggalkan marketplace, brand dapat mulai melakukan beberapa langkah berikut:
1. Audit Semua Program yang Aktif
Banyak brand membayar biaya lebih tinggi dari yang mereka sadari karena terlalu banyak program yang berjalan. Evaluasi program yang benar-benar mendorong penjualan dan hentikan yang tidak memberikan dampak signifikan.
2. Hitung Ulang Harga Produk
Jangan hanya menghitung commission fee. Pastikan brand sudah memperhitungkan seluruh biaya marketplace yang aktif agar margin tetap terjaga.
3. Sesuaikan SKU dengan Karakter Channel
Setiap channel punya tipe konsumen yang berbeda. Produk dengan margin tinggi dan repeat purchase umumnya lebih ‘perform’ di Shopee, sementara produk yang mengandalkan discovery, konten, atau impulse buying cenderung efektif di TikTok Shop.
4. Mulai Kumpulkan Data Pelanggan Sendiri
Arahkan pelanggan loyal ke WhatsApp atau Instagram untuk mendorong repeat order sekaligus membangun database pelanggan sendiri.



