Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Pasar Acne Mask di Indonesia Masih Menjanjikan? Cek Datanya

Source: markethac.id

Acne menjadi salah satu skin concern paling umum, terutama pada usia remaja hingga dewasa muda. Sekitar 85% orang berusia 12–24 tahun mengalami acne, sehingga kebutuhan terhadap produk acne treatment terus berkembang. Salah satu kategori yang ikut menarik perhatian adalah acne face mask.

Sepanjang Januari–Juli 2026, acne mask menguasai 31,9% market share pasar masker. Angka ini menunjukkan bahwa kategori acne memiliki peran yang cukup besar dalam pasar face mask. Namun, besarnya market share belum tentu berarti kategorinya sedang tumbuh.

Pasar Acne Mask Mengalami Penurunan Lebih Dalam

Jika melihat performanya, pasar acne mask justru mengalami tekanan yang cukup besar. Dari Januari hingga Juli 2026, GMV acne mask turun sekitar 48%, sementara overall market masker hanya turun sekitar 27%.

Artinya, demand acne mask cenderung lebih sensitif ketika kondisi pasar melemah. Bagi brand yang ingin masuk ke kategori ini, memahami kebutuhan konsumen saja tidak cukup. Perlu melihat lebih jauh produk seperti apa yang masih diminati dan bagaimana kompetisi di dalam kategorinya.

Gel/Jelly dan Clay/Mud Jadi Tekstur Favorit

Dari sisi tipe produk, Gel/Jelly Mask dan Clay/Mud Mask menguasai lebih dari 60% pasar acne mask. Keduanya juga relevan dengan kebutuhan acne-prone skin. 

Gel/Jelly Mask lebih identik dengan manfaat soothing dan hidrasi, sedangkan Clay/Mud Mask banyak digunakan untuk membantu menyerap minyak berlebih dan membersihkan pori.

Temuan ini menunjukkan adanya preferensi konsumen terhadap tekstur yang terasa lebih relevan dengan kebutuhan kulit berjerawat dibandingkan formula yang lebih berat.

Glad2glow Memimpin Segmen Acne Mask

Persaingan di kategori ini juga menarik. Glad2glow menjadi brand dengan market share terbesar di pasar acne mask, mencapai 28,16%, jauh di atas Eileen Grace sebesar 12,12% dan Acnaway sebesar 8,04%.

Salah satu hal yang menarik dari Glad2glow adalah adanya series yang secara spesifik berfokus pada acne. Positioning yang lebih terarah ini dapat membantu brand menjadi lebih relevan dengan konsumen yang memiliki kebutuhan kulit berjerawat.

Bagi brand yang ingin masuk ke pasar acne mask, pendekatan ini bisa menjadi pelajaran penting: jangan hanya mengandalkan klaim “cocok untuk kulit berjerawat”, tetapi pertimbangkan positioning dan lini produk yang benar-benar dibangun sebagai solusi acne.

Peluang di Pasar Acne Mask

Meski pasar sedang mengalami tekanan, masih ada beberapa peluang yang dapat dieksplorasi brand:
 

  • Fokus pada tekstur favorit: Prioritaskan Gel/Jelly dan Clay/Mud yang menguasai >60% pasar.
  • Perkuat positioning acne: Bangun lini produk yang secara spesifik menyasar kebutuhan kulit berjerawat.
  • Kembangkan Multi-Pack: Manfaatkan kebutuhan pemakaian rutin untuk mendorong pembelian lebih banyak.
  • Maksimalkan TikTok x Tokopedia: Perkuat akuisisi melalui konten dan livestream di channel dengan porsi GMV terbesar.

Pada akhirnya, peluang di pasar acne mask bukan hanya soal seberapa besar market-nya, tetapi bagaimana brand menemukan kebutuhan yang belum terjawab dan membangun positioning yang tepat.

Ingin melihat lebih dalam potensi pasar, kompetitor, hingga strategi yang bisa dimaksimalkan? Klik di sini dan eksplorasi data dan insight kategori skincare bersama Markethac.

Share This News


What’s New in E-Commerce

More News

Feedback on this news

Both fields are required.