Pasar Wearable memasuki fase yang menarik di 2025, terutama saat komunitas lari mulai ngelirik perangkat pendukung seperti smartwatch dan smartband. Buat brand, kategori ini nggak boleh cuma dianggap naik karena tren, tapi juga karena perubahan perilaku pembeli yang makin serius nge-track performa lari hariannya. Di sisi lain, GMV dua produk ini justru menunjukkan arah yang berbeda sepanjang Juni–Agustus. Pasar Wearable jadi sinyal strategis yang perlu diperhitungkan brand.
Smartwatch Jadi Andalan Pelari, Smartband Kehilangan Momentum
Dalam tiga bulan terakhir, performa smartband dan smartwatch bergerak ke arah yang berlawanan. GMV smartband anjlok hingga 60% dari Juni ke Agustus, menunjukkan minat pasar yang makin melemah. Sementara itu, smartwatch hanya turun 14% pada periode yang sama, penurunan yang relatif stabil untuk kategori yang terus diprioritaskan para runners. Dominasi smartwatch ini makin kuat karena teknologinya dianggap lebih akurat dan integrasinya lebih seamless ke aplikasi lari seperti Strava. Penurunan smartband di Agustus jadi warning buat brand: kategori ini perlu inovasi kalau mau tetap kompetitif, apalagi kalau targetnya segmen runners yang cenderung pilih fitur lebih lengkap.
Price Tier Rp1 Jutaan Kunci Kuasai Pasar Wearable
Dari sisi harga, pola belanja pelari kalcer cukup konsisten: mereka masih banyak bergerak di rentang Rp1 jutaan. Di kategori smartband, lebih dari 75% GMV datang dari harga Rp500 ribu–1 juta, sementara smartwatch justru kuat di kelas Rp1–2 juta dengan kontribusi 31.08%. Artinya, produk di kisaran satu jutaan sudah cukup memenuhi kebutuhan tracking lari tanpa harus masuk ke price tier premium. Untuk brand, menjaga line-up di rentang ini jadi strategi paling realistis untuk nge-grab pasar mass-market sekaligus tetap relevan di komunitas runners.
Dominasi Huawei di Smartband & Smartwatch
Di kategori smartband, Huawei benar-benar jadi jagoan dengan 64.60% GMV, jauh meninggalkan Xiaomi yang di 31.24% dan Samsung di 3.40%. Sementara itu, pasar smartwatch terlihat sedikit lebih variatif, tapi Huawei tetap memimpin 32.32%, diikuti Garmin 19.72% dan Apple 8.97%. Posisi Huawei yang dominan ini banyak terbantu oleh fitur yang lengkap, harga yang masuk akal, dan image sporty yang sesuai dengan kebutuhan pelari kalcer hal yang justru bikin Apple dan Samsung kurang relevan untuk pasar mass-market.
Wearable Jadi Kategori Strategis untuk Growth 2025
Dengan dominasi Huawei, penurunan smartband, dan stabilnya performa smartwatch, Pasar Wearable keliatan makin matang. Brand yang mau ambil momentum harus cepat menangkap kebutuhan pelari masa kini dan memastikan produk mereka relevan, fungsional, dan harganya tepat.
Pengen baca tren pasar secepat brand yang lagi nguasain wearable? Markethac siap bantu kamu ambil keputusan berbasis data, mulai dari demand pelari kalcer, price tier, sampai performa kategori. Hubungi Markethac di sini untuk mulai eksplor datanya.
