Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Penjualan Air Purifier Melonjak di Masa Karhutla, Brand Mana yang Memimpin?

Source: markethac.id

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan pada Agustus 2026. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk memperhatikan kualitas udara, terutama di dalam ruangan.

Sejumlah brand air purifier turut mengedukasi masyarakat mengenai dampak buruk paparan asap karhutla terhadap kesehatan. Prof. Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, juga disebut menyarankan masyarakat yang sudah memiliki air purifier untuk menggunakannya demi membantu menjaga kualitas udara.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap kualitas udara, bagaimana tren penjualan air purifier di e-commerce di periode Juni - Agustus 2026?Markethac telah menganalisis tren penjualan air purifier untuk melihat perubahan GMV, preferensi harga, persaingan brand, hingga performa channel e-commerce. Penjualan Air Purifier Capai GMV Rp8,7 Miliar dalam Sepekan

Berdasarkan analisis Markethac, tren penjualan air purifier meningkat bertahap sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus 2026.

Setelah mengalami penurunan pada minggu kedua Juli, performa penjualan mulai pulih dan terus menguat dalam beberapa minggu berikutnya. Puncaknya terjadi pada periode 23–30 Agustus 2026, ketika penjualan air purifier mencapai GMV Rp8,7 miliar alias meningkat 28,1% dibandingkan minggu sebelumnya.

Dari sisi volume, sebanyak 10,4 ribu unit air purifier terjual dalam periode tersebut, dengan pertumbuhan mencapai 47,3% secara week-on-week (WoW). Lonjakan penjualan ini bertepatan dengan periode meningkatnya titik panas dan memburuknya kabut asap di sejumlah wilayah Kalimantan.

Air Purifier Harga Rp100–500 Ribu Masih Mendominasi Pasar

Bagaimana dengan harga air purifier yang paling banyak dibeli konsumen? Data MarketHac menunjukkan bahwa rentang harga Rp100–500 ribu mendominasi penjualan air purifier dengan pangsa pasar sekitar 37–38%. 

Meski demikian, terdapat perubahan komposisi penjualan selama periode karhutla. Segmen harga di bawah Rp100 ribu mengalami penurunan market share GMV sebesar 7,0 poin persentase, dari 27,3% menjadi 20,3%. Sebaliknya, kelompok harga Rp500 ribu hingga Rp3 juta mencatat kenaikan share unit sold secara gabungan sebesar 8,3 poin persentase. Segmen Rp1–2 juta mencatat kenaikan pangsa pasar paling besar di antara kelompok harga menengah hingga premium tersebut.

Bagi brand, perubahan ini dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun portofolio produk, mengatur stok, dan menentukan produk yang perlu mendapatkan visibilitas lebih besar di e-commerce.

Air Purifier dengan Coverage 40–50 m² Banyak Dipilih

Selain harga, kapasitas ruangan menjadi aspek penting dalam membaca tren produk air purifier. 

Data MarketHac menunjukkan bahwa pangsa penjualan air purifier dengan coverage 40–50 m² meningkat hingga tiga kali lipat selama periode analisis. Kenaikan share pada kelompok ini mencapai 7,3 poin persentase dibandingkan periode normal atau business as usual (BAU). Sementara itu, pangsa produk yang tidak mencantumkan informasi coverage mengalami penurunan sebesar 10,0 poin persentase.

Bagi konsumen, spesifikasi coverage membantu memperkirakan kesesuaian perangkat dengan ukuran ruangan. Bagi brand, informasi yang jelas juga memudahkan calon pembeli membandingkan produk sebelum mengambil keputusan.

Karena itu, kapasitas ruangan ditampilkan pada judul, foto, dan deskripsi produk.

Covenant dan Levoit Menguat dalam Persaingan Brand Air Purifier

Perubahan tren penjualan juga terlihat pada persaingan antarbrand air purifier di e-commerce. Berdasarkan ranking dalam brief MarketHac, Covenant dan Levoit menjadi dua brand yang paling mencuri perhatian selama periode karhutla. Keduanya berhasil memperbesar pangsa pasar dan menempati posisi teratas dalam ranking penjualan air purifier

Covenant mencatat kenaikan market share sebesar 2,4 poin persentase, sedangkan Levoit meningkat 1,6 poin persentase. Di sisi lain, Xiaomi berada pada posisi ketiga, meskipun pangsa pasarnya relatif stabil. Sejumlah brand global lainnya, seperti Sharp, Simplus, dan Philips, turut mengisi posisi 4 - 6 pasar air purifier.

Pahami Tren Pasar Air Purifier dengan Data E-commerce MarketHac

Periode karhutla memperlihatkan bagaimana penjualan air purifier, komposisi harga, spesifikasi produk, dan persaingan brand dapat berubah dalam waktu relatif singkat.

Dengan MarketHac, brand dapat memantau performa kategori dan kompetitor melalui data market share, GMV, unit sold, harga, kompetitor, dan performa channel untuk mengambil keputusan yang lebih terukur.

Ingin mengetahui posisi brand-mu dan menemukan peluang baru? Klik di sini untuk dapatkan datanya.

Share This News


What’s New in E-Commerce

See More

Feedback on this news

Both fields are required.