Skip to content

Ready to win in 2027? Start early

Penjualan Cleanser Tembus Rp87 M, Brand Ini Pimpin Pasar

Source: markethac.id

Belakangan ini, polusi udara kembali jadi perhatian masyarakat. Paparan debu dan polutan tak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tapi juga bisa mengganggu kesehatan kulit. Salah satu keluhan yang kerap dikaitkan dengan kondisi ini adalah wajah yang tampak kusam dan kotor.

Namun, apakah meningkatnya perhatian terhadap kualitas udara turut tercermin dalam tren penjualan cleanser di e-commerce?

Melalui data Markethac, kita bisa melihat bagaimana penjualan cleanser bergerak, rentang harga yang mendominasi, brand terlaris, hingga benefit produk yang paling diincar di periode Juni - Agustus 2026.

GMV Cleanser Melonjak +70,9% dari Titik Terendahnya

Penjualan cleanser sempat menurun sejak akhir Juni hingga menyentuh titik terendah pada minggu ketiga Juli dengan GMV sebesar Rp50,9 miliar. Memasuki akhir Juli hingga Agustus, tren penjualan mulai berbalik. GMV cleanser terus meningkat hingga mencapai Rp87 miliar atau melonjak +70,9% dari titik terendahnya.

Menariknya, kenaikan ini bertepatan dengan memburuknya kualitas udara pada akhir Juli hingga Agustus.
Meski belum bisa dipastikan bahwa polusi udara menjadi penyebab langsung kenaikan penjualan, pergerakan ini memperlihatkan adanya perubahan pasar yang menarik untuk dicermati brand skincare.

Bagi brand cleanser, perubahan demand dalam hitungan minggu menjadi pengingat pentingnya memantau tren pasar secara berkala, terutama ketika isu kesehatan kulit sedang mendapat perhatian konsumen.

Cleanser Harga Rp25–50 Ribu Masih Mendominasi Pasar

Berdasarkan data Markethac, cleanser dengan harga Rp25–50 ribu masih mendominasi pasar. Share GMVnya sebesar 30,9%. Namun, penjualannya mulai bergeser. Segmen cleanser di bawah Rp25 ribu mengalami penurunan share sebesar 2,5 poin persentase. Sebaliknya, sejumlah segmen harga Rp50–150 ribu mencatat kenaikan.

Meski cleanser dengan harga terjangkau masih menjadi pilihan utama, produk dengan harga premium mulai mengambil porsi pasar yang lebih besar. Perubahan ini bisa menjadi pertimbangan bagi brand dalam menentukan produk yang perlu diprioritaskan, baik dari sisi stok, promosi, maupun pengembangan portofolio.

Cetaphil Pimpin Pasar Cleanser, Glad2Glow dan Wardah Menyusul

Cetaphil memimpin pasar cleanser dengan market share 10,42%. Glad2Glow menyusul di posisi kedua dengan share 6,92%, sementara Wardah mengamankan posisi ketiga dengan 5,27%. Kahf dan Hada Labo turut meramaikan persaingan dengan share masing-masing 4,55% dan 4,00%.

Pergerakan ini menarik karena Cetaphil dikenal melalui positioning produk yang ‘gentle’ untuk berbagai kebutuhan kulit. Bagi brand cleanser, temuan ini dapat menjadi pelajaran bagi brand dalam mengevaluasi manfaat produk dan strategi komunikasi.

Brightening Masih Jadi Benefit Favorit, Whitening Paling Melesat

Markethac juga menganalisis benefit atau klaim produk cleanser yang paling banyak terjual di e-commerce. Hasilnya, Brightening menjadi klaim benefit dengan pangsa penjualan terbesar. Benefit Gentle Formula juga menjadi kedua terbesar secara GMV.

Ada satu perubahan yang mencuri perhatian, yaitu kenaikan penjualan cleanser dengan klaim Whitening.
Sebelumnya, Whitening hanya menempati posisi ke-14 dengan share 1,96%. Pada periode berikutnya, klaim ini melesat ke posisi ketiga dengan share 8,69%.

Mau Tahu Lebih Dalam Tren Cleanser dengan Benefit Whitening?

Penjualan cleanser tidak hanya berubah dari sisi GMV. Pergeseran harga, channel, brand, hingga benefit produk juga memberikan gambaran tentang dinamika pasar skincare di e-commerce. Bagi brand, memahami perubahan tersebut dapat membantu menentukan strategi pengembangan produk dan promosi yang relevan dengan kebutuhan pasar. 

Ingin tahu brand apa yang unggul dalam segmen cleanser Whitening, rentang harga yang paling banyak dibeli, dan bagaimana persaingan produknya? Klik di sini untuk dapatkan datanya.

Share This News


What’s New in E-Commerce

More News

Feedback on this news

Both fields are required.