Pasar hair care menunjukkan peluang menarik menjelang Harbolnas 2026. Data Markethac mencatat uplift GMV Hair Care di Harbolnas 2025 mencapai +94% dibanding Harbolnas 2024. Dari rangkaian Double Date, 12.12 dapatkan uplift tertinggi dibanding 10.10 dan 11.11.
Harbolnas merupakan ajang penting bagi brand hair care untuk mendorong penjualan. Namun, pola belanja konsumen ternyata berbeda di setiap kategori. Shampoo anti-dandruff cenderung stabil, vitamin & serum terus menguat hingga 12.12, sementara masker rambut lebih sensitif terhadap diskon. Lantas, seperti apa peluang masing-masing kategori hair care?
Shampoo Anti-Dandruff Raih 28% Share
Di kategori shampoo, anti-dandruff mencatat 28% share dan menghasilkan omzet yang relatif stabil. Menariknya, segmen ini tetap mendapat momentum saat Harbolnas meskipun shampoo anti-dandruff termasuk produk yang rutin digunakan.
Hal ini membuat pendekatan promosinya berbeda dari produk yang mengandalkan trial. Konsumen sudah mengetahui masalah yang ingin diatasi, juga produk yang biasa digunakan. Brand dapat memanfaatkan Harbolnas untuk mendorong konsumen membeli lebih banyak atau stock-up melalui insentif harga, bundling, maupun multi-pack.
Artinya, brand anti-dandruff tidak harus mengandalkan diskon besar. Gimmick promo yang tepat dapat menjadi trigger tambahan untuk memperbesar transaksi dari kebutuhan yang memang sudah ada.
Vitamin & Serum Rambut Paling Laris di 12.12
Pola berbeda terlihat pada kategori vitamin & serum rambut. Penjualannya terus menunjukkan peningkatan sepanjang rangkaian Double Date, mulai dari 10.10 hingga mencapai performa tertinggi pada 12.12.
Tren ini membuat 12.12 menjadi momentum yang menarik bagi brand untuk meningkatkan intensitas promosi. Apalagi vitamin dan serum dapat menjawab kebutuhan yang semakin spesifik, mulai dari rambut rontok hingga frizzy.
Pilihan channel juga perlu diperhatikan. Data MarketHac menunjukkan Shopee dan TikTok x Tokopedia sama-sama berpotensi untuk kategori vitamin & serum, tetapi efektivitasnya dapat berbeda tergantung brand equity, positioning, dan klaim produk.
67% GMV Masker Rambut Berasal dari Produk Berdiskon
Jika shampoo banyak mengandalkan kebutuhan rutin, masker rambut menunjukkan sensitivitas yang lebih tinggi terhadap harga. Data MarketHac menemukan bahwa 67% GMV masker rambut berasal dari produk yang menawarkan diskon. Rentang diskon 30–39% menjadi yang paling produktif dalam menghasilkan GMV selama periode yang dianalisis.
Temuan ini masuk akal melihat karakter masker rambut sebagai treatment tambahan. Bagi konsumen yang belum rutin menggunakannya, harga dan promo dapat menjadi pertimbangan besar sebelum membeli produk untuk pertama kali.
Karena itu, Harbolnas bisa dimanfaatkan sebagai ajang trial purchase. Selain diskon, brand dapat menawarkan ukuran entry-level, Buy 1 Get 1, hingga bundling berbasis masalah rambut agar konsumen lebih tertarik mencoba.
Bongkar Data Lengkapnya di Harbolnas 2026 Playbook: Hair Care
Ada banyak data yang wajib dipahami sebelum menentukan strategi, mulai dari pertumbuhan GMV, top brand, channel, price range, diskon, bundling, hingga pola penjualan masing-masing kategori selama Harbolnas.
MarketHac telah merangkumnya dalam Harbolnas Playbook 2026: Hair Care, lengkap dengan data deep dive Shampoo, Vitamin & Serum Rambut, serta Masker Rambut, ditambah prediksi dan actionable recommendations untuk membantu brand menyusun strategi Harbolnas 2026.
Jangan hanya ikut ramainya Harbolnas. Gunakan data untuk mengatur strategi dan mendorong penjualan!
Dapatkan Report Harbolnas 2026: Hair Care di sini.




