Penjualan Microwave Oven Diam-Diam Menggeser Microwave Biasa? Ini Faktanya!

Home Electronic
•
5
•
Tuesday, Dec 23, 2025
data penjualan oven 2025 markethac
Source: https://markethac.id

Pasar microwave di Indonesia sebenarnya masih didominasi oleh oven dengan kontribusi hampir 75% GMV. Namun, jika dilihat lebih dalam, terjadi pergeseran menarik di dalam sub-kategori microwave itu sendiri. Microwave mencatat GMV lebih tinggi 14,65% dibanding penjualan microwave oven 10,37%, tetapi tren pertumbuhannya mulai menunjukkan pola yang berbeda. Konsumen tidak lagi sekadar mengejar fungsi pemanas, melainkan mulai mempertimbangkan fleksibilitas dan value dari produk multifungsi.


Penjualan Microwave Oven Tumbuh Lebih Agresif di Momen Tertentu


Sepanjang awal 2025, microwave oven hasilkan pertumbuhan yang jauh lebih ekstrem. Setelah tumbuh konsisten di Februari +13,98% dan Maret +5,52% yang merupakan momen Ramadan, kategori ini sempat terkoreksi tajam pasca-Lebaran. Menariknya, pada Juli 2025 terjadi lonjakan sangat signifikan dengan pertumbuhan +160,52%, jauh melampaui microwave biasa yang pertumbuhannya mencapai +70,08% di bulan yang sama. Pola ini mengindikasikan bahwa ketika daya beli mulai pulih, konsumen cenderung “naik kelas” ke produk yang menawarkan fungsi lebih lengkap, bukan sekadar microwave biasa.


Microwave Biasa Lebih Stabil, Tapi Rentan Tekanan


Di sisi lain, microwave biasa menunjukkan performa yang relatif lebih stabil di awal tahun dengan pertumbuhan kuat pada Februari +22,39% dan Maret +16,25%. Namun setelah puncak Ramadan, penurunan belum pulih sepenuhnya dan tidak diikuti rebound sekuat microwave oven. Bahkan di Juli, pertumbuhannya masih tertinggal jauh dari versi kombinasi. Ini menandakan, microwave biasa diposisikan sebagai produk fungsional entry-level.

Segmen Harga Menengah Jadi Medan Pertempuran

Menariknya, pergeseran ini tidak didorong oleh produk mahal. Justru microwave harga menengah menjadi favorit konsumen karena menawarkan keseimbangan antara fungsi dan harga. Produk kombinasi microwave oven di rentang harga menengah mencatat kontribusi penjualan terbesar, mengungguli baik segmen entry level maupun premium. Artinya, pergeseran terjadi secara bertahap di momen tertentu. Microwave oven mulai dipilih sebagai solusi “sekali beli untuk banyak fungsi”, terutama saat konsumen merasa perlu memaksimalkan value dari setiap pengeluaran. Di tengah tekanan daya beli, keputusan membeli bukan lagi soal harga murah, melainkan efisiensi  dan penggunaan jangka panjang.

Tiga Brand Besar Menguasai Dua Medan Sekaligus


Top brand kategori microwave oven, Sharp, Samsung, dan Toshiba secara kolektif menguasai hampir 70% GMV pasar. Sharp memimpin dengan 30,08%, disusul Samsung 26,72% dan Toshiba 12,63%. Dominasi ini bahkan lebih kuat di kategori microwave biasa, di mana Sharp mencatat 43,16% GMV, Samsung 22,30%, dan Toshiba 9,32%. Perbedaan komposisi ini memberi sinyal penting: meski Sharp masih sangat kuat di microwave biasa, persaingan di microwave oven jauh lebih merata dan kompetitif. Kesimpulannya, pertumbuhan pasar kini tidak lagi ditentukan oleh satu brand dominan, melainkan oleh siapa yang paling cepat memperluas dan mengoptimalkan portofolio microwave oven di segmen harga menengah.

Dapatkan insight seputar tren penjualan microwave oven dan aktivitas kompetitor untuk membantu brand Anda memaksimalkan strategi penjualan di kategori elektronik berukuran besar. 

Klik di sini untuk berlangganan Markethac.