Poco X7 Pro 120Hz Pimpin Pasar Smartphone Menengah Indonesia 2025

Handphone
•
•
Thursday, Mar 12, 2026
Poco X7 Pro 120Hz Pimpin Pasar Smartphone Menengah Indonesia 2025
Source: https://markethac.id

Pasar smartphone Indonesia dengan harga di bawah Rp10 juta terus menunjukkan daya tahan yang kuat sepanjang 2025. Nilai transaksi di segmen ini tercatat mencapai sekitar Rp16,3 triliun, menandakan bahwa konsumen masih memprioritaskan perangkat dengan keseimbangan antara harga dan spesifikasi. Di tengah tekanan ekonomi, segmen menengah menjadi arena persaingan paling agresif bagi para brand.

Layar 120Hz Bukan Lagi Fitur Khusus Flagship

Dari total nilai pasar tersebut, brand yang sudah merilis smartphone layar 120Hz dengan harga dibawah Rp10 juta, menyumbang sekitar Rp4,3 triliun atau setara 26,5% dari total transaksi. Angka ini memperlihatkan pergeseran ekspektasi konsumen: refresh rate tinggi tidak lagi dipersepsikan sebagai fitur eksklusif flagship. Kini, pengalaman visual yang mulus menjadi standar minimum, terutama untuk pengguna yang aktif bermain game dan menonton video.

Perubahan Preferensi Konsumen Kelas Menengah

Konsumen kelas menengah semakin matang dalam mengambil keputusan. Mereka tidak hanya membandingkan harga, tapi juga value jangka panjang. Faktor seperti performa harian, kualitas layar, dan pengalaman penggunaan menjadi penentu terbesar. Dalam konteks ini, Poco X7 Pro 120Hz hadir sebagai representasi produk yang selaras dengan ekspektasi pasar, memadukan spesifikasi tinggi dengan harga yang tetap kompetitif.

Performa Penjualan Kuat Sejak Awal Tahun

Sejak awal perilisannya di 2025, Poco X7 Pro 5G langsung mencatatkan demand yang konsisten. Produk ini tidak membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan traksi pasar. Data menunjukkan bahwa Poco X7 Pro 120Hz mampu memimpin dari sisi GMV di kelasnya, bahkan sejak fase awal penjualan tanpa bergantung pada momentum musiman.

Item Sold Tinggi, Nilai Transaksi Berbeda

Namun, peta persaingan terlihat berbeda ketika dilihat dari sisi item sold. Infinix Hot 50 mencatat 184,1 ribu penjualan, lebih tinggi dibanding Poco X7 Pro 5G yang berada di angka 139,9 ribu unit. Meski demikian, GMV Infinix Hot 50 berada di Rp305,7 miliar, jauh di bawah Poco X7 Pro. Perbedaan ini menandakan adanya gap signifikan antara volume penjualan dan nilai transaksi.

Strategi Harga Pengaruhi Market Share

Nilai GMV tiap brand dipengaruhi oleh strategi harga. Produk Infinix dan Tecno cenderung bermain di price point rendah, sekitar Rp1–2 jutaan, sehingga unggul di unit penjualan. Sebaliknya, Poco X7 Pro 5G dengan harga rata-rata Rp4,9 juta mampu menghasilkan GMV yang jauh lebih besar meski item sold lebih rendah. 

Brand Entry-Level Kuasai Volume

Kategori entry-level menjadi penyumbang penjualan terbesar. Seri seperti Poco C75, Poco C71, Infinix Smart 9, dan Infinix Smart 10 mencatat item sold tinggi dengan harga rata-rata sekitar Rp1–1,4 juta. Meski market share GMV masing-masing relatif kecil, produk ini berperan penting dalam menjaga volume pasar dan memperluas distribusi.

Ingin tahu bagaimana strategi terbaik untuk masuk ke segmen smartphone dengan harga diatas Rp10 juta? Klik disini dan konsultasikan kebutuhan data Anda.