Ramadan menjadi momen emas bagi pelaku industri F&B (Food & Beverage). Tradisi berbuka puasa, sahur, hingga berbagi hampers membuat permintaan terhadap produk F&B melonjak drastis. Apakah tren ini dapat bertahan lama atau sementara saja? Yuk, simak data lengkapnya di periode pre, during, dan post Ramadan 2024!
Pertumbuhan Penjualan Produk F&B di Ramadan 2024
Berdasarkan data penjualan Ramadan, kategori F&B alami kenaikan hingga 79% dibandingkan bulan sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh tradisi sahur dan berbuka, serta kebiasaan berbagi hampers sebagai bentuk silaturahmi.
Tidak hanya itu, berbagai kategori lainnya juga mengalami peningkatan. Hampers & parcel mencatat lonjakan tertinggi, naik 650% selama Ramadan, menandakan bahwa produk ini semakin populer sebagai hantaran saat Lebaran. Lalu, minyak goreng, bumbu masak, dan makanan siap saji juga mengalami pertumbuhan pesat, karena masyarakat cenderung memasak di rumah untuk mempersiapkan hidangan sahur dan berbuka.
Tren Penjualan Produk F&B Pasca Ramadan
Meskipun mengalami lonjakkan saat Ramadan, tren ini ternyata tidak bertahan lama. Begitu Ramadan usai, penjualan langsung turun hingga -45%, menunjukkan bahwa beberapa kategori produk F&B bersifat musiman.
Sejumlah kategori yang sebelumnya naik drastis mengalami penurunan tajam. Biskuit & wafer yang sempat tumbuh lebih dari 300% selama Ramadan, langsung merosot -80%. Begitu juga dengan hampers & parcel yang mengalami penurunan hingga -58% pasca-Ramadan. Konsumsi makanan ringan dan berbagi hadiah hampers hanya tren Ramadan, bukan kebutuhan sehari-hari yang berkelanjutan.
Selain faktor musiman, turunnya penjualan juga bisa disebabkan oleh stok produk yang masih tersisa di rumah konsumen. Banyak orang membeli dalam jumlah besar sebelum dan selama Ramadan, sehingga permintaan menurun drastis setelah Lebaran.
Brand F&B Terlaris di Periode Ramadan
Beberapa brand menunjukkan performa yang kuat di periode ini. Sebelum Ramadan, brand fnb Silver Queen, Anchor, dan Kapal Api mendominasi pasar. Ini menandakan bahwa cokelat, susu, dan kopi mulai dibeli lebih awal sebagai persiapan puasa.
Ketika Ramadan berlangsung, Wijsman dan Anchor menjadi brand yang paling laris. Ini berkaitan dengan peningkatan mentega dan susu sebagai bahan utama untuk membuat kue Lebaran. Setelah Ramadan, pola konsumsi kembali berubah; produk thai tea Chatramue menjadi brand paling laris.
Strategi Pertahankan Penjualan Setelah Ramadan
Tantangan utama brand F&B adalah menjaga penjualan setelahnya. Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah bundling, misalnya menggabungkan produk dengan penjualan tinggi saat Ramadan dengan produk yang masih bisa bertahan setelahnya. Hampers bisa dikombinasikan dengan makanan siap saji yang tetap relevan setelah Ramadan.
Pelajari Data Penjualan Kategori F&B di Markethac!
Brand harus memantau data penjualan dan memahami pola belanja konsumen agar tidak tertinggal dalam persaingan. Markethac hadir untuk memberikan insight real-time tentang tren F&B di e-commerce. Kami hadir membantu brand mengambil keputusan berbasis data agar strategi penjualan lebih optimal.
Ingin tahu produk F&B mana yang masih laris setelah Ramadan dan mana yang mulai menurun? Dapatkan selengkapnya di Markethac! Klik di sini untuk daftar demo dashboard.
