Skip to content

Rupiah Melemah ke Rp18 Ribu, Bagaimana Nasib Pasar Elektronik?

Source: markethac.id

Pada 4 Juni 2026, nilai tukar rupiah menyentuh level Rp18.029 per dolar AS, menjadi salah satu titik terlemah sepanjang sejarah. Pelemahan ini memicu kekhawatiran di berbagai industri, terutama kategori elektronik yang masih bergantung pada komponen dan bahan baku impor.

Bahkan, sejumlah produk elektronik dilaporkan mengalami kenaikan harga dalam waktu yang relatif singkat. Namun, apakah kondisi tersebut langsung berdampak pada penjualan elektronik di e-commerce Indonesia?

Penjualan Elektronik Tumbuh Saat Rupiah Melemah

Di tengah pelemahan rupiah, pasar elektronik di e-commerce Indonesia justru mencatat pertumbuhan yang cukup kuat.

Berdasarkan data marketplace yang dianalisis Markethac, penjualan elektronik meningkat 21,2% dari Maret ke April 2026. Pertumbuhan ini bahkan berlanjut pada periode berikutnya dengan kenaikan sekitar 17% dari April ke Mei 2026.

Temuan ini menunjukkan bahwa pelemahan nilai tukar tidak langsung menekan permintaan konsumen. Momentum ini dapat dimanfaatkan untuk menjalankan promosi, bundling, atau mempercepat peluncuran produk baru sebelum pasar mengalami koreksi akibat penyesuaian harga.

Dampak Pelemahan Rupiah Terlihat pada Harga Produk

Meski permintaan masih bertumbuh, dampak pelemahan rupiah mulai terlihat dari harga jual. Beberapa kategori elektronik mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan selama Mei 2026. Salah satu yang paling menonjol adalah Steamer Listrik yang mencatat kenaikan harga tertinggi dibanding kategori lainnya.

Di bawahnya terdapat Slow Cooker dan Setrika yang juga mengalami peningkatan harga seiring naiknya biaya impor dan distribusi. Sebagian pelaku industri mulai meneruskan tekanan biaya ke konsumen melalui penyesuaian harga jual.

Harga Naik, Permintaan Masih Bertahan

Menariknya, kenaikan harga terjadi ketika pasar elektronik bertumbuh positif. Konsumen nampaknya masih toleran terhadap penyesuaian harga. Brand disarankan mulai fokus pada strategi yang meningkatkan nilai produk, seperti:

  • bundling produk
  • bonus pembelian
  • extended warranty
  • layanan purna jual
  • edukasi manfaat produk
Rupiah Melemah ke Rp18 Ribu, Bagaimana Nasib Pasar Elektronik?

Han River Pimpin Pasar Steamer Listrik

Kategori steamer listrik dipimpin oleh Han River yang berhasil meraup market share terbesar. Posisi berikutnya ditempati oleh Samono dan Modena. Fakta ini menunjukkan bahwa konsumen tidak semata-mata mencari harga murah. Brand yang mampu menawarkan harga kompetitif, kualitas paripurna, dan fitur yang mumpuni berpeluang besar untuk memenangkan pasar.

Apa Artinya bagi Brand?

Pelemahan rupiah memang meningkatkan tekanan biaya bagi banyak pelaku industri. Alih-alih menunggu pasar melambat, brand dapat memanfaatkan momentum saat ini untuk:

  • memperkuat strategi promosi
  • mengoptimalkan bundling
  • meningkatkan value proposition
  • melakukan penyesuaian harga secara bertahap
  • mempersiapkan strategi menghadapi kemungkinan koreksi pasar


Jika kategori elektronik masih bisa bertumbuh, bagaimana dengan kategori lain seperti beauty, skincare, atau personal care? Klik di sini untuk tanya tim Markethac dan dapatkan data market terbaru.

Share This News


What’s New in E-Commerce

See More

Feedback on this news

Both fields are required.