Memandikan si kecil lebih praktis saat pakai produk multifungsi. Karenanya, shampoo dan sabun bayi 2-in-1 hingga 3-in-1 mudah ditemukan di pasaran. Tapi, apakah banyak fungsi berarti makin banyak yang beli?
Simak data shampoo & sabun bayi hasil analsis Markethac periode Juni - Agustus 2026.
Mommy Lebih Pilih Shampoo Bayi 2-in-1
Di antara produk yang mencantumkan formatnya, 2-in-1 mendominasi hingga 97,2% share GMV. Dominasi yang sama juga terlihat dari jumlah produk terjual. Format 2-in-1 menyumbang 98,2% share unit sold atau sekitar 982,6 ribu pieces.
Sementara itu, shampoo dan sabun bayi 3-in-1 hanya mencatat 1,74% share GMV dan 1,17% share unit sold. Konsumen memang suka produk yang praktis, tapi lebih banyak fungsi belum tentu lebih menarik. Format 2-in-1 tampaknya sudah cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Artinya, inovasi produk tidak harus menambah fungsi. Benefit yang relevan dengan kebutuhan konsumen justru punya pasar yang lebih besar.
GMV Shampoo & Sabun Bayi Naik Tipis di Agustus
Sebagai produk kebutuhan sehari-hari, shampoo dan sabun bayi memiliki permintaan yang relatif konsisten. Meski begitu, GMV kategori sempat turun 12,8% pada Juli 2026. Memasuki Agustus, pasar mulai pulih dengan pertumbuhan 6,4% dibandingkan bulan sebelumnya.
Menariknya, fluktuasi tersebut tidak terlalu nampak dari jumlah produk yang dibeli. Unit sold relatif stabil di kisaran 1,3 juta pieces per bulan. Hal ini sejalan dengan karakter shampoo dan sabun bayi yang dibeli secara rutin. Nilai GMV bisa naik-turun, tetapi demand-nya tetap ada. Bagi brand, konsistensi ini membuka peluang untuk fokus pada strategi repeat purchase dan customer retention.
Mommy Lebih Sering Beli Kemasan Kecil
Dari sisi nilai penjualan, kemasan 251–500 ml menjadi kontributor GMV terbesar dengan share 38,6% dari produk yang ukuran volumenya teridentifikasi. Namun, jika dilihat dari jumlah unit terjual, kemasan di bawah 100 ml justru mendominasi dengan share 47,6%.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa kemasan kecil unggul dari sisi volume penjualan, sementara ukuran medium memberikan kontribusi nilai penjualan yang lebih besar.
Sebaliknya, kemasan di atas 500 ml mencatat kontribusi terendah, baik dari sisi GMV maupun unit terjual. Temuan ini bisa menjadi pertimbangan bagi brand dalam menyusun strategi ukuran kemasan: ukuran kecil untuk mendorong volume penjualan dan trial, serta ukuran medium untuk mengoptimalkan GMV.
Global vs Lokal, Moell Ambis Nyalip Zwitsal di Top 2
Zwitsal memimpin pasar dari sisi GMV dengan market share 14,9%, disusul Moell di posisi kedua. Sebagai brand lokal yang relatif baru, Moell berhasil bersaing dengan pemain established seperti Johnson’s dan Cussons.
Kehadiran Moell di jajaran teratas menunjukkan bahwa brand lokal masih memiliki peluang untuk menantang pemain besar di kategori baby care. Namun, jika dilihat dari jumlah unit terjual, Cussons justru memimpin dengan share 21,2% atau sekitar 815,4 ribu unit.
Perbedaan peringkat ini menunjukkan bahwa brand dengan volume penjualan tertinggi belum tentu menghasilkan GMV terbesar. Harga, ukuran kemasan, dan product mix turut memengaruhi nilai penjualan yang dihasilkan setiap brand.
Apa yang Bisa Brand Pelajari dari Pasar Shampoo Bayi?
Konsumen cenderung memilih format yang praktis, dengan shampoo bayi 2-in-1 lebih dominan dibandingkan 3-in-1. Sementara itu, kemasan kecil unggul dalam mendorong volume penjualan, sedangkan kemasan medium memberikan kontribusi GMV yang lebih besar.
Persaingan brand juga tidak hanya didominasi pemain lama. Posisi Moell di jajaran teratas menunjukkan bahwa brand lokal punya peluang untuk merebut pasar melalui produk dan positioning yang tepat.
Mau melihat lebih dalam data shampoo bayi 2-in-1, mulai dari brand, harga, hingga produk terlaris? Klik di sini untuk bedah datanya lebih lanjut.




