Skincare Glycolic Acid Ini Tumbuh Pesat saat Market Beauty Melambat!

Beauty
•
5 minutes read
•
Friday, Mar 28, 2025
data penjualan skincare glycolic acid
Source: https://markethac.id

Meskipun pasar skincare sempat melambat di awal 2025, ada satu kandungan yang tetap menarik perhatian konsumen, yaitu glycolic acid. Dikenal bermanfaat untuk eksfoliasi dan mencerahkan kulit, skincare berbahan glycolic acid mulai dilirik konsumen di e-commerce. Penasaran bagaimana performa penjualan skincare glycolid acid? Markethac akan mengupas semua insightnya, mulai dari performa channel, produk terlaris, sampai strategi jitu yang bisa dilakukan brand. Yuk, simak!

Tren Penjualan Skincare Glycolid Acid di Februari - Maret 2025

Pada periode ini, tren produk berbahan glycolic acid mengalami penurunan. GMV turun -6%, dan unit sold menurun -5%. Angka ini menunjukkan adanya pergeseran minat dibanding periode sebelumnya.

Penurunan ini bisa jadi sinyal bahwa konsumen mulai selektif dan membutuhkan edukasi tentang manfaat glycolic acid. Brand dapat melakukan awareness dengan mengaitkan masalah kulit, seperti kulit kusam, pori-pori besar, dan tekstur tidak merata. Bangun awareness dengan tema yang relevan dan relatable, bukan hanya mengandalkan hype sesaat.

Skincare Glycolid Acid Andalan Konsumen

Dari semua kategori produk, toner berbahan glycolic acid menjadi produk terlaris, menyumbang 27% dari total penjualan. Disusul oleh face cream dan serum & essence, tapi dengan kontribusi yang lebih rendah. Data ini bisa dimanfaatkan brand dengan menjadikan toner sebagai hero product. Highlight soal manfaat eksfoliasi, tekstur ringan, dan efek glowing yang bisa dirasakan dalam penggunaan toner.

Channel yang Mendominasi Penjualan Skincare Glycolid Acid

Shopee menjadi penguasa utama dengan kontribusi 69% dari total penjualan produk glycolic acid. Disusul oleh TikTok yang mulai menunjukkan kekuatannya meskipun masih di bawah Shopee. Tokopedia, Lazada, dan Blibli tampak belum maksimal, namun Blibli mencatat pertumbuhan yang cukup signifikan.

Brand yang ingin menyasar market glycolic acid, fokuskan penjualan di Shopee dan TikTok. Kedua channel ini punya persona yang berbeda. Shopee unggul di sisi harga dan promo, sementara TikTok kuat dalam storytelling dan konten edukatif. Kombinasikan keduanya untuk memperluas jangkauan pasar.

Performa Official Store vs Non Official Store

Meskipun sebagian besar penjualan glycolic acid terjadi di official store, ada fenomena berbeda di TikTok. Sebanyak 70% penjualan di TikTok berasal dari toko non-official. Artinya, banyak reseller yang ikut memasarkan produk glycolic acid.

Ini bisa jadi peluang sekaligus tantangan untuk brand. Brand bisa membuat strategi reseller untuk memperluas distribusi sambil tetap menguatkan positioning. Berikan reseller sejumlah benefits, seperti hadiah eksklusif atau bundling produk agar brand image tetap terjaga.

Top Brand Skincare Glycolid Acid

L’Oreal Paris masih mendominasi dengan market share sebesar 20%. Diikuti oleh brand Autumn dan Glycore. Brand lain seperti Glad2Glow masih jauh tertinggal dengan market share 5%, dan market share brand lainnya 5x lebih rendah.

Melihat gap dengan L’Oreal Paris, kompetitor masih berpeluang naik level selama mereka cerdik mengedukasi konsumen, menyusun harga yang kompetitif, dan menjalankan campaign yang relevan dengan perawatan kulit.

Dapatkan Data Skincare Glycolid Acid yang Lebih Detail!

Pasar skincare memang dinamis, tapi data bisa bantu kamu ambil keputusan yang strategis. Mulai dari jenis produk, kontribusi channel, hingga posisi brand skincare, semuanya bisa kamu dapatkan di Markethac! Gali lebih dalam dan gunakan semua datanya untuk atur strategi yang lebih tajam. Klik di sini untuk dapatkan demo dashboard.