Ada aturan baru dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) yang berlaku mulai Oktober 2026. Semua produk kecantikan, baik brand lokal maupun internasional, wajib memiliki sertifikasi halal. Bagi industri kecantikan, label halal bukan regulasi semata, tapi bisa menjadi ‘alat’ dalam strategi pemasaran. Apakah keyword “halal” pada listing produk kecantikan benar-benar memberi kontribusi besar terhadap GMV? Begini faktanya.
Tren Penjualan Skincare Halal
Data menunjukkan bahwa label “halal” punya daya tarik besar di pasar kecantikan. Pada Mei 2025, penjualan produk dengan label “halal” sempat menembus Rp23 miliar. Namun, GMV turun di Juni dan rebound di Juli hingga menyentuh Rp22 miliar. Kontribusi terbesar datang dari paket skincare; label halal berhasil menyumbang GMV Rp11 miliar.
Brand yang Mendominasi
Brand lokal asal Yogyakarta, Nutrishie, berhasil mendapatkan GMV tertinggi lewat keyword halal sebesar 4%. Capaian ini bahkan melampaui brand kosmetik halal terpopuler, yakni Hanasui dan Viva Cosmetics. Insights ini menunjukkan bahwa sertifikasi untuk skincare halal bisa menjadi nilai tambah bagi konsumen.
Top Brand Skincare Halal Ditiap Kategori
Brand Adleeva berhasil memimpin kategori paket skincare dengan 13% share. Di kategori serum, Nutrishie melesat jauh dengan 34% share, meninggalkan kompetitornya yaitu Bumitry dan Hanasui. Sementara di kategori hair color, Crowncare berhasil mencatat share tertinggi.
Ingin Menjadi No. 1 di Market Beauty? Dapatkan Data Lengkapnya!
Dapatkan insight lengkap seputar data penjualan produk kecantikan di Markethac. Jelajahi semua data di dashboard Markethac yang diupdate secara real-time, sehingga insight yang Anda dapatkan selalu actionable. Ambil keputusan lebih cepat, tepat, dan berbasis data!
